MALANG (Realita) – Sebanyak 870 anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka dari berbagai tingkatan resmi dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Gerakan Pramuka. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pengukuhan Pramuka Garuda di Kota Malang.
Upacara pengukuhan dipimpin langsung Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para anggota Pramuka yang berhasil meraih predikat tertinggi dalam gerakan kepanduan tersebut.
“Pengukuhan ini adalah bentuk penghargaan kepada anak-anak muda yang konsisten berjuang, belajar, dan mengabdi melalui gerakan Pramuka. Saya berharap predikat Garuda ini semakin memperkuat ikatan antara anak dengan orang tua, sekaligus membentuk generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan global,” ujar Wahyu, Senin (18/8/2025).
Wahyu menekankan bahwa Pramuka harus terus bertransformasi di era digital agar tidak ditinggalkan generasi muda. Nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma, menurutnya, perlu ditanamkan lebih dalam untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
“Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau perkemahan, tapi bagaimana generasi muda bisa menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang akan mendukung penuh pengembangan gerakan Pramuka. “Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini wadah pembinaan karakter sekaligus ruang kreativitas generasi muda di tengah tantangan era global,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menjelaskan seluruh Pramuka Garuda yang dikukuhkan telah melewati proses panjang, mulai dari Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga Syarat Kecakapan Khusus (SKK).
“Mereka adalah teladan. Tidak hanya piawai dalam kegiatan Pramuka, tapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Satya dan Darma di sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar,” jelas Ginanjar.
Ia menyebutkan, jumlah tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 600 orang. “Ini capaian bersejarah. Pertama kali dalam catatan Kwarcab, kita bisa mengukuhkan 870 Pramuka Garuda sekaligus. Saya harap mereka menjadi pionir dalam membangun generasi muda Kota Malang yang berkarakter dan berintegritas,” katanya.
Pengukuhan kali ini juga diikuti oleh sejumlah Pramuka penyandang disabilitas. Menurut Ginanjar, hal itu menjadi bukti bahwa gerakan Pramuka inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
“Kami bahkan mengirim 10 Pramuka disabilitas untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berprestasi,” ujarnya.
Dengan mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, Kwarcab Kota Malang berkomitmen menjadikan Pramuka sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Berbagai program baru juga disiapkan, termasuk pembentukan Saka dan Satuan Komunitas berbasis potensi lokal.
“Ke depan, kita akan kembangkan Saka Wisata, Saka Kuliner, hingga Saka Koperasi. Semua diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus melatih generasi muda agar siap menghadapi Indonesia Emas 2045,” tutup Ginanjar. (adv/mad)
Editor : Redaksi