PANTURA LAMONGAN (Realita) - Persoalan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan komposisi kurang layak yang dibagikan kepada siswa-siswi sekolah di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, menjadi perhatian bagi sejumlah element masyarakat.
Salah satunya disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Keadilan, Hilal Ahmar, yang meminta kepada seluruh mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap memperhatikan porsi dan kwalitas makanan.
"Walaupun hanya 10 ribu rupiah per paket, namun porsinya jangan terlalu pelit," tutur pria asal Pantura Lamongan itu. Rabu (27/8).
"Seperti MBG di daerah Tikung, yang isinya hanya nasi, lauk telur, tempe goreng dan tiga potong kacang panjang, yang menurut saya tidak membuat anak-anak kenyang, bahkan menurunkan selera makannya. Maka jangan sampai itu terjadi di daerah-daerah lainnya, khususnya di wilayah Pantura Lamongan ini," tuturnya.
Hilal menambahkan turut mengawasi ketersediaan MBG di seluruh wilayah di Kabupaten Lamongan. "Besok kalau kita temukan seperti itu lagi, kita akan laporkan," tegasnya.
Seperti diketahui, sebuah foto yang memperlihatkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) sempat beredar di Media Sosial (Medsos). Unggahan tersebut menuai berbagai komentar karena komposisi yang kurang layak.
Ulum, sebagai Mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Tikung, mengaku jika makanan tersebut berasal dari dapurnya yang dibagi ke beberapa sekolah di Kecamatan Tikung. Dirinya juga mengaku menyesal dan menganggap hal itu sebagai bahan koreksi.
"Ya memang masakan dari sini, dan ini menjadi koreksi bagi kami untuk lebih baik kedepannya," kata Ulum saat ditemui realita.co di dapur SPPG MBG nya di Desa Bakalan Pule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Selasa (26/8) malam.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42036-cakrawala-keadilan-ikut-awasi-ketersediaan-mbg-di-lamongan