Laporan Dugaan Penipuan Rp 4 Miliar di Polrestabes Surabaya Berjalan Dua Tahun Tanpa Kepastian

SURABAYA (Realita)– Laporan dugaan penipuan senilai Rp 4 miliar dengan terlapor mantan Wakil Bupati berinisial RS, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Laporan tersebut dibuat Tony Wijaya, warga Simolawang Baru, di Polda Jatim pada 16 Juni 2023, lalu dilimpahkan ke Satreskrim Unit Harda Polrestabes Surabaya.

Tony menyebut kasus ini bermula dari sengketa tanah di Jalan Mulyosari, Surabaya. Setelah kalah hingga tingkat kasasi, ia bertemu dengan RS yang menjanjikan bisa membantu melalui upaya Peninjauan Kembali (PK). Tony mengaku menyerahkan Rp 4 miliar ke rekening RS, namun putusan perkara tetap tidak berubah.

“Janji mereka perkara saya akan menang, tapi sampai PK putus saya tetap kalah. Bahkan uang saya tidak pernah dikembalikan,” kata Tony, Minggu (24/8/2025).

Kuasa hukum Tony, Joko Cahyono, menegaskan pembayaran dilakukan sebelum ada surat kuasa, sehingga tidak bisa dianggap sebagai hubungan klien dan pengacara. “Ini murni dugaan penipuan. Uang keluar dulu baru dibuat surat kuasa setelah PK kedua,” ujarnya.

Joko juga menyoroti lambannya penanganan perkara. Menurutnya, sejak laporan dibuat, pihaknya belum menerima SP2HP dari penyidik. “Jawaban penyidik selalu berubah-ubah. Hasilnya perkara mengambang dan tidak jelas arahnya,” kata Joko.

Atas kondisi ini, Joko menyarankan agar kliennya membawa laporan ke Mabes Polri. Tony juga disebut telah meminta perlindungan hukum ke Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri, Kompolnas, Kadiv Propam, hingga Kapolda Jatim.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait penanganan kasus tersebut. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp telah terkirim, namun tidak dibalas hingga berita ini diturunkan.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pekerja Terjepit Dua Gerbong Kereta

KEELUNG (Realita)- Sebuah insiden mengerikan terjadi di Depo Lokomotif Qidu di Keelung, Administrasi Perkeretaapian Taiwan pada Rabu 4 Februari. Seorang …