LOMBOK BARAT (Realita) – Penyidik Polda Nusa Tenggara Barat resmi menahan Briptu Rizka Sintiyani. Polisi wanita yang bertugas di Humas Polres Lombok Barat itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian suaminya, Brigadir Esco Faska Rely.
Esco, anggota intel Polsek Sekotong, ditemukan tak bernyawa di kebun perbukitan Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Lembar, akhir Agustus lalu. Saat jasadnya ditemukan, kondisinya sudah membusuk.
Kuasa hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan, membenarkan penahanan Rizka. “Sudah ditahan di ruang Tahti Polda NTB sejak tadi malam,” kata Anton, Minggu, 21 September 2025.
Anton mendesak penyidik membuka motif pembunuhan itu. Ia menilai polisi masih menutup rapat detail penyidikan. “Yang kami terima baru penetapan tersangka. Motif belum diungkap,” ujarnya.
Kabar adanya orang ketiga pun mencuat. Namun, Anton menegaskan belum mendapat kepastian. “Penyidik menyebut itu masih bagian dari pengembangan. Kami dorong agar segera ada tersangka lain bila memang ada,” katanya.
Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid sebelumnya menyatakan penetapan tersangka Rizka dilakukan setelah gelar perkara. “Istri korban, berinisial R, resmi tersangka,” kata Kholid, Jumat (19/9/2025).
Dari pernikahan, Rizka dan Esco dikaruniai dua anak. Kini, keluarga itu porak-poranda setelah sang istri dituduh sebagai pelaku pembunuhan suaminya sendiri.
Briptu Rizka, sehari-hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Setelah Polda NTB menetapkan sebagai tersangka, dia mesti bersiap-siap disidang ke meja hijau.
Kepastian penetapan Briptu Rizka itu disampaikan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Kholid, seusai dilakukan gelar perkara yang disebut melibatkan 53 saksi dan sejumlah ahli.
“Hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri korban sebagai tersangka,” kata Kholid, Jumat (19/9) kepada para wartawan.
Sayangnya, Polda NTB belum transparan mengungkapkan secara detail peran Briptu Rizka dalam kematian sang suami dan apa sebetulnya motifnya. Kabar yang beredar, kemungkinan persoalan asmara atau rumah tangga.
Editor : Redaksi