MADIUN (Realita) - Guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang turun pada Minggu sore (21/9/2025) selama kurang lebih satu setengah jam, sejak pukul 17.30 hingga 19.00 WIB, menyebabkan kawasan wisata Pahlawan Religius Center (PRC) tergenang cukup parah.
Air hujan meluber hingga menutupi sebagian besar area pedestrian, kursi taman, dan jalur pengunjung, sehingga ikon wisata kebanggaan Kota Madiun itu mendadak lumpuh aktivitasnya.
Fenomena tersebut sontak menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah pengunjung maupun warga sekitar mengabadikan suasana PRC yang berubah menyerupai kolam luas, lalu menyebarkannya ke media sosial.
Dalam rekaman video yang viral, terlihat derasnya aliran air melintas di jalur wisata malam, membuat PRC yang biasanya ramai dengan aktivitas rekreasi malah tampak seperti “danau darurat” di tengah kota.
Unggahan di akun Instagram @medhioen.ae langsung memicu ratusan komentar warganet. Banyak yang mengaku terkejut karena baru kali pertama melihat PRC kebanjiran.
“Wah, baru kali ini kah banjir di PRC?” tulis akun @donnakhaililaa.
Namun, tidak sedikit pula komentar bernada kritik terhadap sistem drainase di Kota Madiun.
“Kota yang dibilang bersih tapi saluran air nggak bagus??” sindir akun @dimasdhewantoro.
Komentar lain lebih tajam menyoroti perencanaan tata kota. “Sekarang Kota Madiun hujan deras sebentar aja sudah banjir. Kelihatannya bagus, tapi nyatanya ya seperti ini,” tulis akun @ladyyona27.
Ada juga warganet yang menanggapinya dengan nada bercanda. Akun @dansder_ berkomentar, “Cocok, jare arep dadi Venice,” merujuk pada julukan Kota Kanal di Italia. Bahkan ada pula yang menyebut peristiwa itu mirip “banjir bandang mini” di tengah kota.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp yang dilakukan redaksi tidak mendapat tanggapan.
Berdasarkan pantauan lapangan, genangan air mulai berangsur surut setelah hujan reda, meski masih tersisa di beberapa titik kawasan PRC. Peristiwa ini kembali menyingkap persoalan klasik mengenai drainase Kota Madiun. Infrastruktur yang tampak rapi di permukaan, rupanya belum cukup kuat menahan debit air hujan dengan curah tinggi dalam waktu singkat.
Banjir di PRC ini menjadi sinyal penting bahwa pembenahan saluran drainase harus segera diprioritaskan. Tanpa solusi konkret, ikon wisata yang digadang-gadang sebagai daya tarik utama Kota Madiun bisa kembali menghadapi masalah serupa setiap kali hujan deras mengguyur.yat
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42722-hujan-lebat-ubah-prc-kota-madiun-jadi-danau-dadakan