JAKARTA (Realita) – Masuknya Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menjadi Dewan Penasihat Bloomberg menuai sorotan. Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai ada yang tak masuk akal hingga Jokowi menjadi penasihat di Bloomberg.
“Saya kira mereka no competence memilih orang. Apalagi bahasa Inggris Jokowi memang sering dikritik,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/9).
Ia mengungkit beberapa peristiwa yang mempertontonkan skill berbahasa Inggris Jokowi yang menuai kritik dari para warganet.
“Berapa kali tampil beliau berpidato berbahasa Inggris justru oleh banyak orang dan pemimpin dunia mengkritiknya,” ungkapnya.
Jerry menduga ada 'permainan belakang' dari penunjukan Jokowi oleh Bloomberg ini. Alasannya, Jokowi bukanlah sosok ahli dan kompeten di bidang ekonomi.
“Selama dia memimpin, pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menyentuh angka enam persen,” ungkapnya.
Ia menyebut Jokowi terkesan ambisius.
“Walau sudah pensiun tetap saja seperti melakukan manuver dan cawe-cawe politik atau tak ingin istirahat,” tutup Jerry.jr
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42831-jokowi-jadi-dewan-penasihat-bloomberg-pengamat-tak-masuk-akal