Pokja Kota Batu Tegaskan Jati Diri Kota Batu Bernuansa Desa Jangan Hilang

BATU (Realita)- Merefleksi semangat berdirinya Kota Batu dengan ciri khasnya sebagai Kota wisata bernuansa pedesaan menjadi topik penting saresehan yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Status Kota Batu Jelang HUT Ke 24 Kota Batu yang jatuh pada 17 Oktober mendatang.

Saresehan kalo ini mengambil Tajuk “Refleksi Menuju Seperempat Abad Kota Batu Sebagai Daerah Otonom.” yang mana momen ini menjadi ajang refleksi sejarah, kritik, dan harapan terhadap arah pembangunan Kota Batu ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Kota Batu. Selasa (14/10/2025)

Ketua Panitia, Drs. Sumiantoro, menegaskan, pihaknya berharap agar pemimpin Kota Batu saat ini dapat melanjutkan cita-cita tersebut dengan lebih visioner dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

" Pokja harus selalu menjaga watak kritisnya. Saat dulu peningkatan status Kota Batu, kami ditanya apakah siap bertanggung jawab. Kami siap, dan kami ingin terus menjaga Kota Batu ke depan,” ujarnya.

Ketua Presidium Pokja, Andrek Prana, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan pemimpin Kota Batu dari masa ke masa, mulai dari Imam Kabul hingga Aries Agung Paewai. Ia juga menyampaikan kegelisahan terhadap arah pembangunan kota yang dinilai belum memiliki konsep berkelanjutan.

“Kota Batu tidak punya konsep yang jelas, konsep yang bisa melindungi wilayah dan diikuti siapa pun wali kotanya. Padahal dulu, kami membawa satu konsep sederhana tapi kuat yaitu “Batu Kota Bernuansa Desa”. Konsep ini harus dipertahankan karena menjadi ruh dari berdirinya kota ini,” jelasnya.

Sementara, itu, Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat pendirian Kota Batu harus terus dihidupkan. Ia menekankan pentingnya menjaga jati diri Kota Batu yang berpijak pada nilai-nilai “Batu Kota Bernuansa Desa.”

“Kita berterima kasih pada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi kota ini. Momentum hari jadi ke-24 adalah saat untuk merefleksikan apakah kita sudah berjalan sesuai harapan pendirian Kota Batu,"

" Mari membangun Kota Batu dengan karakteristik kita sendiri. Jadilah orang yang mengendorse Kota Batu dengan cara apa pun, dari tutur, media sosial, hingga tindakan nyata. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.

Melalui sarasehan menjelang seperempat abad berdirinya Kota Batu sebagai daerah otonom ini, serta dengan adanya dialog lintas generasi, para tokoh, akademisi, dan pemerintah, besar harapan nantinya akan didapatkan kesepakatan untuk meneguhkan kembali jati diri Kota Batu sebagai kota wisata bernuansa desa.ton

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dikartu Merah, Conte Murka 

ROMA (Realita) - Pelatih Napoli Antonio Conte dikartu merah saat melawan Inter Milan. Ia kemudian juga terlihat ngamuk di depan muka ofisial pertandingan.Laga …

Truk vs Truk, Tiga Korban Terjepit Kabin

BATU AMPAR (Realita) -Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk PS dan tronton terjadi di ruas jalan nasional di Desa Jilatan Alur, Kecamatan Batu Ampar, …