MBG di Kecamatan Kebonsari, Makan Bergizi Serta Bentuk Karakter Siswa Sejak Dini

MADIUN (Realita) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, tidak sekadar menghadirkan makanan sehat bagi para siswa. Lebih dari itu, program ini menjadi wadah pembentukan karakter dan pendidikan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

Melalui kegiatan makan bersama yang terstruktur, siswa tidak hanya menerima asupan gizi seimbang, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, empati, kebersamaan, serta rasa syukur.

“Nilai-nilai karakter itu tertanam secara alami melalui kegiatan MBG setiap hari. Karena itu, program ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi juga sarana pendidikan karakter di luar kelas,” ujar Supriantoko, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kebonsari, Kamis (23/10/2025).

Menurut Supriantoko, kegiatan MBG membiasakan siswa untuk berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghormati teman dan guru. Selain itu, anak-anak juga diajarkan toleransi saat menunggu giliran, kemandirian dalam menyiapkan dan membersihkan peralatan makan, serta kerjasama dalam kegiatan makan bersama.

Selain itu, kesetaraan menu yang diberikan juga memiliki nilai sosial yang mendalam. Semua siswa, tanpa membedakan latar belakang ekonomi, mendapatkan menu bergizi yang sama. Hal ini menumbuhkan rasa percaya diri, sikap hidup sederhana, dan kebersamaan tanpa sekat sosial di kalangan peserta didik.

“Melalui kesetaraan gizi, anak-anak belajar bahwa kebersamaan dan kesehatan itu hak semua orang. MBG berkontribusi nyata dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat untuk masa depan bangsa,” tegas Supriantoko.

Lebih jauh, ia juga menyampaikan bahwa program MBG di Kecamatan Kebonsari resmi diluncurkan pada 21 September 2025. Hingga kini, tercatat 1.605 siswa telah menjadi penerima manfaat program tersebut.

Pelaksanaan MBG di wilayah ini juga diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan dukungan pengawasan dari Kejaksaan, Pemerintah Kabupaten Madiun, Polres Madiun, pihak sekolah, serta orang tua siswa.

Langkah pengawasan terpadu ini dilakukan untuk menjamin kualitas makanan, kelancaran distribusi, serta efektivitas pelaksanaan program di sekolah-sekolah.

Supriantoko juga berharap, program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin berdampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Kecamatan Kebonsari.

“Kami ingin MBG bukan hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat jasmani, kuat mental, dan berkarakter unggul,” pungkasnya.yat

Editor : Redaksi

Berita Terbaru