Sudah Distribusikan MBG, Puluhan SPPG di Ponorogo Belum Kantongi SLHS

PONOROGO (Realita)- Pengawasan ketat diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terhadap kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus keracunan yang sempat terjadi di sejumlah daerah.

Ironisnya, kendati telah beroperasi namun puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Teguh Budi Prihwanto mengatakan, dari 32 SPPG yang diusulkan, 10 di antaranya telah mulai menyajikan makanan. Sayangnya, hingga kini belum ada satu pun dapur yang resmi mengantongi SLHS.

“!Sejauh ini masih nol (SLHS), masih proses pengajuan SLHS baik yang sedang berproses ataupun yang sudah beroperasi," ujarnya, Senin (27/10/2025) kemarin.

Teguh menegaskan, bahwa kepemilikan SLHS merupakan syarat mutlak dan sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak awal Oktober. Sertifikat ini sendiri menjamin bahwa operasional dapur memenuhi standar keamanan pangan. Sesuai Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang Percepatan Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk SPPG pada Program MBG.

“ Sertifikat ini wajib bagi SPPG yang menjalankan program MBG,” tegasnya.

Teguh mengaku, saat ini Dinkes Ponorogo memfokuskan penerbitan SLHS untuk 10 dapur yang telah melayani ribuan penerima MBG, termasuk siswa sekolah dan ibu hamil. Lebih jauh, Petugas Dinkes secara intensif melakukan pemeriksaan menyeluruh di dapur-dapur tersebut. Verifikasi meliputi kualitas air, kebersihan alat, proses pengolahan, hingga kesehatan petugas masak.

"Setiap hari petugas ke lapangan, untuk verifikasi. Semoga akhir bulan ini bisa selesai," ungkapnya.

Lebih jauh, Teguh menjelaskan, upaya pengetatan ini bertujuan meredam kekhawatiran penerima MBG dan mencegah potensi keracunan, terutama karena Ponorogo menargetkan 80 dapur MBG dapat beroperasi hingga tahun 2026.

"Kami ingin memastikan makanan yang dihasilkan benar-benar aman dan higienis untuk dikonsumsi masyarakat," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Kendarai Motor, Tewas Tersangkut Kabel

SAAT mengendarai sepeda motor melewati lokasi konstruksi, seorang pengendara motor berusia 31 tahun tersangkut kabel, jatuh ke jalan, dan meninggal seketika …

Buldoser Tabrak Pasar, 8 Orang Tewas

SEBUAH buldoser menabrak pasar di Beijing! Darah berceceran di tempat kejadian, beberapa orang tampak tergeletak di jalan, pengemudi diseret dari kursi …