JAKARTA (Realita)- Dalam Operasi Ketupat 2026 Korps Lalu Lintas Polri akan memaksimalkan penggunaan Drone Presisi untuk memantau kepadatan arus mudik dan balik secara real time.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan teknologi yang dimiliki Korlantas Polri yang digunakan untuk mendeteksi titik rawan kemacetan, perlambatan, pelanggaran serta memantau pergeseran arus kendaraan di sejumlah ruas tol dan rest area dalam masa mudik lebaran nanti.
"Beberapa titik yang menjadi fokus pemantauan antara lain KM 29, KM 81, serta sepanjang KM 70 hingga KM 414," ujar Agus di Korlantas Polri, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, Kakorlantas juga merinci dalam proses pengawasan juga dilakukan di rest area serta kawasan rawan seperti Gadog, Malang Raya dan Bali.
"Counting dan gambaran situasi langsung dari udara. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), maupun pengalihan arus," terangnya.
Agus juga menegaskan meski memiliki kemampuan penegakan hukum, personil polri lebih bersifat kemanusiaan yakni pendekatan dalam Operasi Ketupat.
"Polri tidak bangga melakukan penegakan hukum. Saya juga mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas karena keberhasilan Operasi Ketupat ini juga bergantung pada disiplin para pengguna jalan," ungkapnya.
Menurut Agus, Operasi Ketupat bukan hanya pengamanan jalan, tetapi pengamanan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat agar mudik berjalan aman, lancar dan masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan selamat.
"Kami juga menginginkan, bukan hanya selamat di perjalanan tetapi selamat sampai tujuan dan bahagia di kampung halaman dan selamat pada saat kembalinya itu kita jamin," pungkasnya.(Ang)
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47263-korlantas-polri-kerahkan-drone-presisi-dalam-operasi-ketupat-2026