Sindir Menteri ATR/BPN Mangkir, Ketua KPK: Surat Dikirim Seminggu Lalu, Alasan Sibuk Tak Masuk Akal

JAKARTA (Realita)– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, melontarkan kritik keras terhadap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid yang mangkir dari pemeriksaan pada Rabu (7/10/2026) dengan dalih bentrok agenda internal.

Setyo menilai alasan tersebut tidak dapat diterima mengingat surat pemanggilan sudah dilayangkan sejak pekan sebelumnya.

"Penyidik sudah kirim panggilan sejak awal minggu lalu. Jadi, kalau alasan sudah ada terjadwal kegiatan di Kementerian, sepertinya dengan toleransi waktu beda minggu, kurang bisa atur waktu," ujar Setyo saat dihubungi melalui pesan tertulis, Kamis (8/10).

Setyo secara lugas menagih janji Nusron yang sebelumnya sempat menyatakan akan kooperatif membantu proses hukum. Senada dengan itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa kesaksian Nusron sangat krusial untuk membongkar tuntas konstruksi kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) dan menelusuri keterlibatan pihak lain. 

Akibat ketidakhadirannya, penyidik dipastikan akan segera menjadwalkan ulang pemanggilan sang menteri.

Dalam pusaran kasus HGB PT Summarecon Agung Tbk ini, KPK telah menahan delapan orang tersangka. Sorotan tajam mengarah pada fakta bahwa empat dari delapan tersangka tersebut—yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Golkar Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry—disebut secara resmi oleh KPK sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid. 

Rentetan kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jabodetabek pada pertengahan September lalu yang berhasil menyita barang bukti uang tunai fantastis senilai Rp106,3 miliar.beb

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Soal Ijazah Gibran, Jimly Tuding MK Cari Aman

JAKARTA (Realita) –  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyoroti proses persidangan hingga putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Um …