MADIUN (Realita) – Usia belia tak menghalangi Danindia Ghea Sawitri untuk menunjukkan kemampuan di arena sepatu roda. Siswi kelas 1 SD Negeri Tiron 1, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, tersebut berhasil mengukir prestasi di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sepatu Roda XI Porserosi Jawa Timur 2026 dengan membawa pulang dua medali sekaligus, yakni emas dan perunggu.
Di Sirkuit Sepatu Roda SMANOR Sidoarjo, Ghea bersaing bersama puluhan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur. Penampilannya di nomor sprint 100 meter berhasil mengantarkannya meraih medali emas. Sementara pada nomor sprint 50 meter, putri bungsu dari tiga bersaudara tersebut memperoleh medali perunggu.
Namun, di balik prestasi yang diraihnya, tersimpan cerita tentang ketekunan, kedisiplinan, dan semangat seorang anak kecil dalam mengejar mimpi.
Sepulang sekolah, aktivitas Ghea belum berhenti. Ia biasanya beristirahat sebentar sebelum berangkat mengaji di musala yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah mengaji, Ghea kembali bersiap mengenakan perlengkapan latihan untuk mengikuti les sepatu roda.
Dalam sepekan, Ghea menjalani latihan sebanyak empat kali. Setiap Selasa dan Kamis, ia berlatih di Taman Bantaran Kali Madiun. Latihan dimulai pukul 16.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 19.30 WIB.
Sementara pada Sabtu, Ghea berlatih di lantai empat Pasar Besar Kota Madiun mulai pukul 16.00 WIB. Sedangkan Minggu pagi, ia kembali menjalani latihan sejak pukul 08.00 WIB.
Kecintaannya terhadap sepatu roda sebenarnya sudah tumbuh sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Kala itu, Ghea tiba-tiba meminta orang tuanya membelikan sepatu roda. Keinginan tersebut kemudian berkembang menjadi hobi yang kini ditekuni secara serius.
Saat pertama belajar bermain sepatu roda di rumah, Ghea kerap terjatuh hingga kedua kakinya mengalami luka. Meski begitu, pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah.
“Dari dulu saya memang suka bermain sepatu roda. Kalau jatuh sudah sering, tapi nggak sakit,” ujar Ghea, Rabu (4/11/2026).
Setelah naik kelas 1 SD, Ghea akhirnya bergabung dengan klub Pendekar Inline Skate. Sejak saat itu, sepatu roda semakin menjadi bagian dari kesehariannya.
Rutinitas latihan yang semakin padat membuat waktu bermain bersama teman-teman di lingkungan rumah berkurang. Sepulang sekolah, Ghea lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengaji, belajar, dan berlatih sepatu roda.
Sang ibu, Nunik S, mengaku awalnya mendukung Ghea menekuni olahraga tersebut agar waktu anaknya tidak hanya dihabiskan untuk bermain. Namun, seiring berjalannya waktu, ia melihat putrinya memiliki bakat dan perkembangan yang cukup pesat.
“Setelah saya melihat tekadnya, akhirnya saya masukkan klub. Saat ini kesibukan saya bertambah lagi. Saya harus bisa membagi waktu untuk mengantar kakaknya,” tutur Nunik.
Menurutnya, Ghea justru menikmati rutinitas tersebut. Semangat putrinya terlihat jelas setiap kali jadwal latihan tiba.
“Kalau waktunya les sepatu roda, pasti anaknya semangat. Meskipun baru bangun tidur, langsung gercep,” tambahnya.
Meski mendukung penuh aktivitas olahraga putrinya, Nunik menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas keluarga. Prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan kemampuan akademik.
Di sela-sela jadwal latihan sepatu roda, Ghea tetap mengikuti les akademik untuk menjaga perkembangan belajarnya.
“Kami selaku orang tua tetap mengutamakan akademik,” tegasnya.
Ketekunan Ghea menjalani latihan kini mulai membuahkan hasil. Meski baru beberapa bulan menekuni latihan secara terstruktur di klub, ia sudah mampu meraih medali emas dan perunggu dalam Kejurprov Sepatu Roda Jawa Timur 2026.
Prestasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perserosi Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri. Mantan Wakil Wali Kota Madiun itu mengaku bangga atas capaian Ghea dan atlet Perserosi Kota Madiun lainnya dalam kejuaraan tersebut.
“Terima kasih sudah bikin Porserosi tambah kereeeeennn ya, Ghea,” ujar Inda Raya. Yw
Editor : Redaksi