8 Desa Di Ponorogo Dikepung Banjir, Aktifitas Warga Lumpuh

realita.co
Warga nekat menerjang air banjir yang tinggi hanya untuk bisa bekerja.

PONOROGO (Realita)- Hujan semalam suntuk yang terjadi di wilayah Ponorogo, membuat 8 desa di 5 kecamatan dikepung banjir. Aktifitas warga pun lumpuh lantaran ketinggian air yang mayoritas mencapai lutut orang dewasa, Sabtu (08/10/2022).

8 desa yang dilanda banjir itu yakni, Desa Tugu, Ngrukem, Jabung di Kecamatan Mlarak, Desa Tegalsari dan Mojorejo Kecamatan Jetis, Desa Kemuning Kecamatan Sambit, Desa Brahu Kecamatan Siman, dan Jalan Subali serta Ontorejo di Kecamatan Ponorogo. 

Baca juga: Pohon Tumbang dan Banjir Rendam Perkotaan Hingga Jalur Antar Kecamatan di Lamongan

Warga Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Tamyis mengatakan, banjir yang melanda desanya ini akibat luapan Sungai Gendol, yang juga melalui 8 desa terdampak. Pemicunya hujan lebat yang terjadi sejak pukul 00.00, dini hari  di hulu sungai. Air banjir sendiri baru datang sekitar pukul 05.00 pagi. 

" Tadi jam 05.00 air baru naik. Ndak bisa aktifitas karena ketinggian air se lutut orang dewasa. Ada yang masuk rumah tapi tidak parah, yang dalam di jalan ini," ujarnya. 

Baca juga: Awal Tahun 2026 Tiga Kecamatan di Ponorogo Diterjang Banjir, 30 Hektar Padi Gagal Panen

 

Sementara itu, salah satu warga Desa Mojorejo Kecamatan Jetis,  mengaku hingga kini dibeberapa wilaya ketinggian air masih terus naik menyusul debit air sungai Gendol yang masih tinggi kendati sedikit surut. 

Baca juga: Mojokerto Banjir lagi, Warga Berharap Realisasi Penanggulan Kali Lamong

" Kalau disini surut, yang dibawah naik karena airnya baru datang. Begitu selanjutnya. Sudah langganan, karena sungai disini sudah tidak bisa menampung debit air yang besar kiriman dari Pulung dan Pudak," pungkasnya.znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru