Tuntut Upah, Ratusan Buruh PT Garam Ancam Mogok Kerja

realita.co
Keterangan foto: Ratusan buruh saat ngelurug kantor PT. Garam.

SUMENEP (Realita) - Ratusan buruh PT. Garam (Persero) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pegaraman I di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (15/6/2021).

Dalam aksinya, ratusan buruh ini menuntut agar upah mereka dibayar utuh. Sebab, dalam dua minggu terakhir upah mereka tidak dibayar secara utuh oleh pihak perusahaan.

Baca juga: Tolak Kenaikan UMP 2026 Jakarta dan Jabar, Buruh Bakal Demo Depan Istana

"Biasanya, dalam satu minggu kita dibayar sekitar Rp. 456.000. Tapi, dalam dua minggu terakhir secara berturut-turut, upah yang kami terima tidak utuh. Terakhir kali, kami hanya menerima bayaran untuk empat hari bekerja," ungkap salah seorang buruh, Masrawi.

Dia pun bersama ratusan buruh lainnya mengancam akan mogok kerja jika hak nya itu tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan. "Kita akan mogok kerja sampai upah kami dibayar utuh oleh perusahaan," tegasnya.

Baca juga: Bos Buruh Ungkap Ditelepon Petinggi Negara, Nasib UMP 2026 Tinggal Tunggu Tanda Tangan Presiden

Sementara itu, Supervisor Kristalisasi Kantor Pegaraman I, Dwi Egi Rahmatillah menjelaskan, untuk pembayaran upah buruh dilakukan oleh pihak ketiga, yakni PT. Enggal Jaya Sentosa.

"Untuk pembayaran buruh itu menjadi tanggungjawab PT. Enggal sebagai pihak ketiga," jelas Dwi Egi Rahmatillah.

Baca juga: Bupati Gresik Jawab Tuntutan Ratusan Buruh yang Datangi Kantornya

Menurit Egi, tanggungjawab upah sepenuhnya berada di pihak ketiga. PT. Garam dalam hal ini hanya memfasilitasi para buruh dengan pihak ketiga.

"PT. Garam hanya menjembatani dengan pihak ketiga, karena orang-orang pihak ketiga tidak ada di sini," tuturnya.haz

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru