Dua Pasangan Capres Hanya Untungkan Oligarki

realita.co
Jerry Massie.

JAKARTA- Pernyataan pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi di salah satu stasiun swasta nasional memunculkan beragam kritik. Ini lantaran Jusuf turut menyatakan bahwa Pilpres 2024 akan diisi 2 pasangan calon.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai pernyataan Jusuf Wanandi mengambang dan berpihak pada Istana. Sebab, kubu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto akan sulit bergabung.

Baca juga: Undang-undang Perampasan Aset Disahkan, Direktur P3S : Bisa jadi Target Pertama Jokowi

“Dari satu sisi saya sepakat dengan dia menolak 3 periode atau penambahan masa jabatan. Tapi untuk 2 capres agak sulit,” tegasnya, Minggu (28/5).

Menurutnya, koalisi gendut atau gemuk juga tidak akan menguntungkan bagi publik. Alasannya, karena sistem akan diatur oleh mayoritas dan mereka bisa leluasa merekayasa korupsi berjamaah. Sementara pihak oposisi akan minoritas.

Baca juga: Sudah 81 Tahun Merdeka, Rakyat Indonesia Belum Sejahtera dan Prabowo Punya Banyak PR

 

“Koalisi besar akan menguntungkan kelompok oligarki menjalankan aksinya,” sambungnya.

Baca juga: Bikin Gaduh dan Polemik yang Tak Kunjung Usai, Saatnya Relawan Jokowi Dibubarkan

Atas dasar itu juga, Jerry Massie berharap koalisi Golkar dan PAN terwujud, sehingga Airlangga dan Zulkifli Hasan bisa tampil sebagai duet capres-cawapres.

“Justru saya menilai ini akan lebih baik dan positif dalam tatanan demokrasi,” tutupnya.jr

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru