JAKARTA - Kerusuhan pecah di Prancis selama berhari-hari karena dipicu tewasnya seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang ditembak polisi. Sejumlah imbauan pemerintah Indonesia disampaikan kepada warga negara Indonesia (WNI) di tengah kerusuhan di Paris.
Penyebab kerusuhan di Prancis dipicu aksi penembakan terhadap seorang remaja bernama Nahel M. (17) oleh polisi hingga tewas. Dilansir AFP, peristiwa penembakan terjadi di pinggiran Kota Paris, Nanterre, Selasa (27/6) pagi.
Baca juga: Prancis segera Akui Palestina sebagai Negara, Israel Marah
Awalnya, polisi menghentikan remaja laki-laki itu karena melanggar aturan lalu lintas. Sebuah video di media sosial, yang diautentikasi oleh AFP, menunjukkan dua petugas polisi mencoba menghentikan kendaraan.
Salah satu polisi tampak menodongkan senjatanya ke pengemudi melalui jendela dan menembak dari jarak dekat. Lalu, mobil korban terlihat bergerak beberapa puluh meter sebelum menabrak.
Baca juga: Kalahkan Portugal lewat Adu Pinalti, Prancis Lolos ke Semifinal Piala Eropa 2024
Petugas layanan darurat mencoba menyadarkan remaja berusia 17 tahun tersebut di tempat kejadian. Namun, remaja tersebut meninggal dunia tidak lama kemudian.
Sementara petugas kepolisian yang menembak remaja itu telah ditahan atas tuduhan pembunuhan. Kepala polisi Paris Laurent Nunez mengakui dalam sebuah wawancara dengan televisi BFM bahwa tindakan polisi tersebut menimbulkan pertanyaan, meski dia mengatakan ada kemungkinan petugas tersebut merasa terancam.
Baca juga: Bek Belgia Cetak Gol Bunuh Diri, Prancis ke Perempat Final
Usai insiden penembakan remaja oleh polisi di Prancis itu, pada Selasa (27/6) malam, terjadilah kerusuhan. Aksi unjuk rasa di Nanterre diwarnai menyalakan api, membakar mobil, dan menghancurkan halte bus saat ketegangan meningkat antara polisi dan penduduk setempat.Ik
Editor : Redaksi