PONOROGO (Realita)- Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Mlarak terancam putus. Ini setelah talud pengaman jembatan penghubung antara Desa Ngrukem dan Desa Siwalan Kecamatan Mlarak longsor sejauh puluhan meter usai diterjang banjir sungai Ngrukem, (08/10/2022).
Perangkat Desa Ngrukem, M Amin Abdul Rois mengatakan, ambrolnya talud pengaman jembatan sepanjang 10 meter ini, terjadi pada pukul 03.00 dini hari. Luapan sungai Ngrukem yang cukup deras menggerus pondasi talud sungai setinggi 8 meter itu hingga ambrol.
Baca juga: Awal Tahun 2026 Tiga Kecamatan di Ponorogo Diterjang Banjir, 30 Hektar Padi Gagal Panen
" Kejadianya tadi pagi, talud pengaman jembatan ini tepatnya di RT 01 RW 02 Dukuh Ngrukem 1 Desa Ngrukem," ujarnya.
Abdul Rois mengaku kondisi cukup mengkhawatirkan pengguna jalan. Pasalnya, hal itu juga berdampak pada pondasi jembatan yang berada di dekatanya.
Baca juga: Jembatan Roboh Diterjang Banjir, Ratusan Warga Satu Dusun di Ponorogo Terisolir
" Jembatannya terancam. Soalnya, talud pengamannya longsor," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Ponorogo Henry Indra Wardhana mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan terkait dampak cuaca ektrim yang terjadi di Ponorogo. Pun dengan ambrolnya talud pengaman jembatan Ngrukem-Siwalan ini.
Baca juga: Atasi Banjir Kota, Pemkab Ponorogo Normalisasi Drainase Sungai Setelik
" Termasuk warga yang di dataran tinggi, saat memotong bambu jangan membuang ke sungai, karena bisa menyumbat aliran sungai," pungkasnya.znl
Editor : Redaksi