Bedol Desa Karyawan RSUD ke Bali Dituding Habis Rp 1 M, DPRD Ponorogo Prihatin

realita.co
Sekretaris Fraksi PDI-P Agung Priyanto.

PONOROGO (Realita)- Agenda jalan-jalan ratusan karyawan dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) dr Harjono Ponorogo ke Bali menuai kritik pedas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo. 

Pasalnya, selain dilakukan ditengah devisit anggaran daerah saat ini, kegiatan jalan-jalan berkedok Out-bond ini dituding akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 1 miliar. 

Baca juga: TP DPRD Ponorogo Terindikasi Mal Administrasi dan Rugikan Negara, 4 Eks Dewan Siap Kembalikan 

" Anggaranya Rp 1 M itu, pemberangkatanya bergantian," ujar salah satu pejabat RSUD yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (26/08/2023). 

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Ponorogo Agung Priyanto mengaku prihatin dengan menejemen Rumah Sakit Harjono ( RSH) tersebut. Pasalnya, kegiatan itu tidak tepat dilakukan saat ini. Pasalnya apa yang dilakukan RSUD bertentangan dengan upaya Pemkab  untuk mengatasi devisit anggaran saat ini. 

Baca juga: Ratusan Peternak Sapi Perah di Pudak Ponorogo Belum Terproteksi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Turun Gunung

" Kami prihatin. Saat ini kita sedang devisit anggaran. OPD dipangkas anggarannya. Bahkan ada beberapa yang  tidak ada jatah makan siangnya. Jangan begitulah, berbondong-bondong seperti bedol desa saja," ujarnya. 

Agung mendesak Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko untuk memanggil Direktur RSUD dr Harjono, Yunus Mahatma. Pasalnya, apa yang dilakukan RSUD saat ini rawan memicu kecumburuan publik atas Aparatur Sipil Negara ( ASN). 

Baca juga: Idul Adha 1447 H: PDI Perjuangan Salurkan Sapi Kurban, Sasar Wilayah Pelosok Ponorogo 

" Pak Bupati harusnya memanggil Direktur RSUD. Jangan sampai hal tersebut terulang kembali. Kenapa karena kondisi Ponorogo saat ini devisit APBDnya. Agar kepekaan sosial kita ini harus di munculkan," desaknya. 

Diketahui sebelumnya, 87 karyawan dan perawat RSUD Dr Harjono Ponorogo melakukan perjalanan ke Bali selama 3 hari 2 malam. Agendanya pemberangkatan akan dilakukan 6 kloter hingga November mendatang. Kegiatan Capacity building/outbond ke Bali dilakukan dalam rangka syukuran atas hasil akreditasi rumah sakit, dimana RSH memperoleh predikat Paripurna.znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru