Deklarasi Pemilu Damai, Ketua DPRD Kota Malang Tekankan Berdemokrasi Sesuai Aturan

realita.co
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, saat membacakan Deklarasi Pemilu Damai yang diikuti oleh 570 Caleg/ist.

KOTA MALANG (Realita) - Dalam rangka mewujudkan pemilu damai 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Malang menggelar Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu Damai di salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (8/11/2023). 

Dalam penguatan wawasan kebangsaan ini diikuti sebanyak 570 Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Malang, yang akan berkontestasi pada pemilu 2024 mendatang. 

Baca juga: DPRD, Pj Wali Kota, Seluruh OPD hingga Forkopimda Kota Malang Teken Pakta Integritas Anti Korupsi

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, berkesempatan membacakan Deklarasi Pemilu yang diikuti oleh 570 Caleg tersebut.

Dengan adanya deklarasi tersebut, Made berharap nantinya para Caleg bisa berpesta demokrasi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Terlebih, Bawaslu dan KPU Kota Malang mempunyai aturan yang harus diikuti.

"Saya harapkan dengan wawasan kebangsaan ini persatuan dan kesatuan dibawah dasar landasan kebhinekaan benar-benar bisa terus dirawat di Kota Malang khususnya," katanya. 

Baca juga: DPRD Beri 78 Catatan atas LKPJ Kota Malang 2023, Ada Soal Pasar Gadang hingga MCC

"Ayo kita berpesta demokrasi ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Lebih lanjut, Made juga menekankan, bahwa Caleg juga harus siap gagal dan siap mental. Sebab, dari 570 Caleg yang akan berkontestasi pada Pileg 2024 mendatang, akan disaring hingga terpilih sebanyak 45 orang yang bakal mengisi formasi kursi DPRD Kota Malang. "Caleg itu harus siap gagal. Kalau (seandainya) tidak jadi (anggota legislatif) berarti investasi politik kami kurang. Harus siap mental,” tuturnya.

Baca juga: Mendesak, DPRD Segera Ambil Keputusan Ranperda tentang Kota Layak Anak Jadi Perda

Terkait kontestasi politik tersebut, Made juga tidak memberikan banyak imbauan, terlebih kepada seluruh Caleg di Kota Malang. Sebab, dalam hal ini tentu seluruh partai politik (parpol) di Kota Malang telah memberikan rambu-rambu kepada masing-masing caleg nya.

"Menurut saya kalo kami mengimbau, kembali kepada kualitas caleg masing-masing karena kalo partai pasti akan memberi rambu-rambu bagaimana karakter caleg tersebut," pungkasnya.adv/mad

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru