GRESIK (Realita) - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Gresik kembali memberikan Bantuan Promotif dan Preventif 2021 kepada belasan perusahaan peserta yang tertib administrasi, tertib pembayaran dan memenuhi ketentuan yang lain. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi berkesinambungan antara BPJAMSOSTEK dengan perusahaan peserta.
Pps Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Gresik, Ibrahim Hadi Wibowo, mengatakan, bantuan kali ini berupa paket Alat Pelindung Diri (APD), masker medis, multivitamin, dan pelatihan ahli K3.
Baca juga: Fatwa MUI Tegaskan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah Lewat Jamsostek
"Bantuan ini kami berikan untuk perusahaan yang tertib administrasi, tertib pembayaran, dan tidak berstatus PDS (perusahaan daftar sebagian)," tegas Ibrahim, Jum'at (23/7/2021).
Perusahaan-perusahaan atau lembaga yang mendapat bantuan Promotif Preventif BPJAMSOSTEK Gresik 2021 ini disampaikan di acara yang digelar secara virtual pada Kamis (22/7/2021).
Hadir di acara tersebut diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Ninik Asrukin, Kabid Pelayanan BPJAMSOSTEK Gresik, dr. Meita, dan Kepala BPJAMSOSTEK Gresik Driyorejo, Herni Vitriani, serta sejumlah perwakilan perusahaan peserta BPJAMSOSTEK Gresik.
Ibrahim menyampaikan harapannya agar bantuan ini bisa mendorong tumbuh dan berkembangnya loyalitas perusahaan terhadap BPJAMSOSTEK Gresik.
Bantuan berupa paket APD kali ini diberikan kepada 2 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) atau rumah sakit mitra, yakni RS Semen Gresik dan RS Darus Syifa. Dan untuk multivitamin diberikan kepada Maspion Industrial Estate.
Sedangkan bantuan berupa masker diberikan kepada 7 perusahaan dan pelatihan Ahli K3 untuk MK Prima Indonesia dan Adiprima Suraprinta.
Baca juga: Guru Agama dan Modin di Jember Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan
Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Ninik Asrukin, merespon positif pemberian bantuan untuk perusahan-perusahaan yang saat ini sedang terkena imbas pandemi Covid-19 tersebut.
"Saat ini kasus pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya. Kami berharap bantuan ini bisa ikut membantu mengurangi kasus ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, imbas pandemi Covid-19 di Gresik sudah sangat terasa. Di wilayah ini, kata dia, selama 2020 saja sudah 3.500 karyawan yang terpaksa dirumahkan dan 3.000 orang lainnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Tahun 2021 ini datanya belum lengkap, tapi kecenderungannya angkanya bertambah lagi," tambahnya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak Edukasi JMO di Terminal Teluk Lamong
Ninik juga berharap seluruh perusahaan di wilayah tugasnya segera daftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Karena, manfaat yang dirasakan pekerja bila sewaktu-waktu mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia sangat besar.
Perusahaan peserta BPJAMSOSTEK, kata dia, juga sangat diuntungkan karena pekerjanya menjadi lebih tenang, sehingga produktifitas pekerja akan meningkat, dan laba perusahaan tentu juga akan meningkat.
Sementara Perwakilan RS Semen Gresik selaku salah satu penerima bantuan paket APD mengaku sangat berterima kasih atas bantuan ini. "Saat ini kami para nakes sedang berjibaku dengan banyak pasien yang terus bertambah," ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini, para nakes membutuhkan perlindungan seperti yang diterima dari BPJAMSOTEK. Pihaknya memastikan para nakes yang membantu pasien secara ikhlas memang butuh perlindungan diri agar tidak ikut terpapar Covid-19. gan
Editor : Redaksi