Israel Tutup Paksa Kantor Al Jazeera, PBB Berikan Kecaman!

Reporter : Ariel
Gedung kantor berita Al Jazeera di Doha, Qatar, Minggu, 5 Mei 2024. Foto: Arafat Barbakh/Reuters)

JAKARTA (Realita). PBB mengecam penyimpangan kebebasan pers terkait penutupan kantor siaran Al Jazeera di Israel. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Minggu (5/5/2024). Menurut DUjarric, PBB menentang penyimpangan apa pun terhadap prinsip kebebasan pers.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kami dengan tegas menentang keputusan apa pun yang membatasi kebebasan pers. Pers yang bebas, memberikan layanan yang sangat berharga untuk memastikan masyarakat mendapat informasi dan dilibatkan,” kata Dujarric.

Baca juga: Tidak Ada Lagi Tempat Aman di Gaza, 21 Bulan Dibombardir Israel

Pihak ekstrismis Israel pada Minggu (5/5/2024) menggerebek sebuah kamar hotel di Yerusalem yang digunakan oleh Al Jazeera sebagai kantornya dan memutuskan untuk menutup operasi lokal stasiun TV milik Qatar tersebut, karena dianggap membahayakan keamanan.

Baca juga: 580 Bayi Prematur di Gaza Berisiko Meninggal

Video yang beredar online menunjukkan petugas membongkar peralatan kamera di sebuah kamar hotel di Yerusalem Timur.

Baca juga: Sebut Ladang Pembantaian, Tentara Israel Akui Sengaja Bunuhi Warga Palestina yang Cari Bantuan

Pihak Al Jazeera menyatakan sikap tersebut sebagai tindakan kriminal. Mereka mengecam tuduhan ekstrimis Israel sebagai kebohongan yang berbahaya bagi para jurnalisnya.dn

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru