Bertepatan Hari Anak Nasional, PLN Edukasi Anak-Anak Pahami agar Tidak Bermain Dekat Jaringan Listrik

Reporter : Redaksi
Edukasi langsung kepada anak-anak yang bermain di sekitar aset PLN. Foto: PLN

SURABAYA (Realita). Bermain layang-layang menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak bersama dengan orangtuanya. Tanpa bermaksud melarang aktivitas bermain layang-layang, petugas patroli pengamanan jaringan tower transmisi ini terus berikan edukasi kepada pemain layang-layang yang ditemukan bermain dekat dengan area jaringan.

Disebutkan General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Amiruddin, edukasi yang diberikan petugas ini perlu dilakukan selain untuk memastikan jaringan tower transmisi aman dalam menyalurkan listrik juga untuk keselamatan pemainnya. “Tentu edukasi yang terus kami berikan, agar pemain layang-layang ini bemain di tempat yang aman, dan jauh dari jaringan transmisi, karena membahayakan dirinya sendiri jika layang-layang ini mengenai penghantar”, ujar Amiruddin.

Baca juga: PLN Dukung Pendidikan Inklusif Tuna Netra di Momentum Jelang Idul Adha 1447H

Amiruddin menyampaikan, patroli petugas dilakukan PLN UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Madiun bersama dengan ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Babat dengan menyisir jaringan transmisi line Ngimbang-Mliwang hingga ke line Tuban-Kerek. “Memasuki tahun ajaran baru, kebiasaan bermain anak-anak setelah libur panjang masih terbawa, bermain di sore hari setelah pagi harinya sekolah. Petugas mendapati beberapa pemain anak-anak didampingi orangtuanya bermain layang-layang di jalur jaringan, sehingga petugas menghampiri dan mengedukasi juga segera menurunkan layangan yang diterbangkan terlalu dekat dengan kabel listrik”, lanjut Amiruddin menerangkan.

Baca juga: Innovation Gateway 2026 PLN UIT JBM Hasilkan Inovasi Transmisi dan Digital

Lebih lanjut, diterangkan Amiruddin selama edukasi diberikan petugas PLN, masyarakat menyambut baik sosialisasi diberikan, bahkan membantu tim PLN mengamankan 4 buah layang-layang berukuran besar yang ditinggalkan oleh pemiliknya tetap terbang di sekitar jaringan.

“Edukasi langsung kepada anak-anak yang bermain di sekitar aset PLN diberikan pemahaman sederhana tentang bahaya jika sampai layangan mengenai kabel PLN, agar dapat mudah dimengerti. Sasarannya selain warga sekitar, terutama anak-anak dan generasi muda, agar tidak hanya aware terhadap bahaya kelistrikan tapi juga ikut memberikan contoh serta penjelasan singkat kepada keluarga dan kerabat mereka” tambah Amiruddin.

Baca juga: Program TJSL PLN UIT JBM Hadirkan Akses Air Layak bagi Warga Desa Getakan

Selain sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan, kegiatan patroli dan sosialisasi ini, menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan layanan yang aman dan andal kepada masyarakat. ad

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru