MALANG (Realita)- Diduga sebagai penggalang dana terkait terorisme, Choirul Anam (41), warga Jalan Joyo Utomo nomor 506 RT 4 RW 4, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, Senin (16/8).
Menurut keterangan warga, Choirul Anam ditangkap hendak pulang ke tempat tinggalnya setelah melakukan shalat dzuhur di Masjid.
Baca juga: 30 Lebih Warga Gaza Tewas Ditembak saat Cari Bantuan Makanan, Kekejian Israel Berlanjut
"Ditangkapnya sekitar pukul 12.30 WIB, saat pulang dari sholat dzuhur di Masjid," kata Muhammad Abid, warga sekitar sekaligus saksi mata penangkapan.
Menurut Muhammad Abid, kurang lebihnya ada 8 petugas berpakaian preman yang menangkap Choirul Anam.
Selain Choirul Anam, kata Abid, Densus 88 juga mengamankan Istri Choirul Anam berinisial LF. LF diamankan di Toko aksesoris dan jenis pakaian, yang merupakan usaha milik Choirul Anam.
"Sekitar 15 menit setelah suaminya," katanya.
Sementara, Ketua RT setempat, Hariono, membenarkan adanya tim Densus 88 yang menangkap warganya.
Baca juga: Tidak Ada Lagi Tempat Aman di Gaza, 21 Bulan Dibombardir Israel
Ia mengaku diberitahu oleh petugas kalau Choirul Anam sudah diamankan dan memberitahukan akan melakukan penggeledahan di rumah Choirul Anam.
"Diberitahu petugas kalau pak Choirul Anam sudah diamankan, dan akan melakukan penggeledahan di rumahnya," ungkap Hariono.
"Sempat ditunjukkan surat penggeledahannya, katanya terkait penggalangan dana," imbuh Hariono.
Selain mengamankan terduga teroris dan istri terduga, kata Hariono, Densus 88 juga mengamankan identitas, buku-buku, handphone dan 2 laptop milik terduga teroris.
Baca juga: Sebut Ladang Pembantaian, Tentara Israel Akui Sengaja Bunuhi Warga Palestina yang Cari Bantuan
Menurut data di RT, Choirul Anam merupakan warga asli Jombang. Di Malang hanya kontrak.
Masih menurut Hariono, sepengetahuannya, Choirul Anam merupakan penggalang dana dan sebagai manajer di Lembaga Amil Zakat Abdurrahman Bin Auf (LAZ-ABA) Malang.
Sementara, pantauan di lokasi, toko milik terduga masih tetap beroperasi seperti biasa. Para karyawan masih melayani pembeli.mad
Editor : Redaksi