PASURUAN (Realita)- Santri salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Pasuruan, Jawa Timur, HNF asal Surabaya mengalami kekerasan fisik.
Hal itu diceritakan wali santri, saat di pondok pesantren di Pasuruan, Kamis (10/10) pukul 13.00 wib
Baca juga: Lima Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Teridentifikasi, Total Tewas 14 Santri
"Akibat kekerasan fisik yang dialaminya Haykal meninggalkan pondok dan pulang ke rumah di Surabaya," jelas wali santri HNF, Kamis (10/10).
Akibat kekerasan fisik yang dialaminya, HNF sudah tidak nyaman dan tidak ingin melanjutkan belajarnya di pondok.
Baca juga: Korban Tewas Tragedi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 13 Orang
Pihak Pondok juga menyampaikan permintaan maaf melalui Tibkam pada saat didatangi ayah dari HNF, Kamis (10/10).
Pihak Tibkam pondok juga akan memberi keterangan lebih lanjut terkait perkembangan pendalaman kronologi pukul memukul yang melibatkan banyak santri.
Baca juga: Pengurus Ponpes di Lamongan Luruskan Dugaan Penganiayaan Santrinya
Wali santri HNF, sebenarnya merasa kecewa dengan kejadian ini,karena berakibat Psikologi HNF kurang baik dan cenderung apatis untuk melanjutkan jenjang pendidikanya di pondok.fe
Editor : Redaksi