Sekeluarga Coba Bunuh Diri di Kediri, Motifnya Terjerat Pinjol

realita.co
Polisi saat melakukan olah TKP, Sabtu (14/12/2024). Foto: Jim

KEDIRI  (Realita)- Misteri penyebab satu keluarga di Kediri lemas tak sadarkan diri telah terjawab. Keluarga tersebut ternyata berusaha bunuh diri bersama.

Tetapi percobaan bunuh diri itu tak sepenuhnya berhasil. Karena 3 dari 4 anggota keluarga masih hidup yakni ayah, ibu, dan anak sulung. Sementara anak bungsu yang masih balita meninggal.

Baca juga: Terdesak Biaya Sekolah, Orang Tua di Lamongan Terlilit Pinjol Bunga 50 Persen

Polisi menyebut motif dari bunuh diri sekeluarga itu adalah karena terlilit utang pinjol. Si ibu tak kuat menahan tekanan pihak pinjol yang terus menagih dengan berbagai cara.

"Untuk percobaan bunuh diri sekeluarga ini karena si M, perempuan merasa tertekan. Karena si perempuan ini memiliki utang pinjol. Tertekannya M ini karena sering mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Atas telepon tersebut membuat si perempuan tersebut kebingungan dan bercerita ke suaminya berinisial D," ujar Fauzy, Sabtu (14/12/2024).

Fauzi menambahkan aplikasi pinjol tersebut sudah dihapus oleh M. Namun ia tetap diteror untuk mengembalikan utang.

"Untuk akun pinjaman online ini sudah dihapus dan lupa (nama aplikasinya). Tetapi selalu dihubungi oleh nomor telepon yang dikenal menagih hutang.

Baca juga: Bank Suroboyo, Penyelamat UMKM dari Jeratan Pinjol dan Rentenir

Sedangkan suami dan sang istri meminta pertolongan ke kerabatnya tidak ada yang bisa membantu dan akhirnya melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun bersama," jelas Fauzy.

Diduga akibat tidak mendapatkan bantuan pertolongan dari pihak kerabat dan merasa semakin tertekan akhirnya M memutuskan membeli racun. M membeli obat tikus jenis timex.

"Racun tikus jenis timex ini sering biasa digunakan untuk di sawah meracuni tikus. Racun tikus ini dicampur dengan susu dan diminum bersama-sama," kata Fauzy.

Baca juga: TPAKD Kota Kediri Gelar Literasi Keuangan, Upaya Antisipasi Pelaku Usaha Terjerat Pinjol

Fauzy menambahkan untuk kondisi si istri dan suaminya saat ini keadaannya semakin membaik dan mendapatkan perawatan intensif di RS SLG Kediri.

Sedangkan kondisi anak pertama yang berinisial MDNP (8) juga sudah semakin membaik dan saat ini diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan dirawat oleh kerabatnya.jim

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru