JAKARTA (Realita)- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dinilai perlu mencontoh sikap negarawan dan patriotisme dari sosok Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, merespons sikap Megawati yang siap membekingi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak
Menurut Jerry, Megawati perlu meniru Prabowo yang sama sekali tidak mau terlibat ketika ada menterinya yang tersangkut pidana.
Seperti halnya ketika Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, diperiksa oleh Bareskrim Polri terkait kasus judi online.
"Kalau saya nilai Ibu Megawati akan dikenang sebagai negarawan sejati seperti Prabowo jika dia tak mau mengambil alih dan ikut terlibat ketika ada anak buahnya terjerat atau tersangka, dia tak mau take over," jelas Jerry, Kamis (26/12/2024).
"Seperti kemarin contohnya Prabowo, ketika menterinya dia, Budi Arie diperiksa terkait judol. Dia tidak berkomentar yang aneh-aneh. Nah itu bagus, seorang patriotisme," tambahnya.
Menurut Jerry, kesiapan Megawati pasang badan untuk Hasto hanya akan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat.
Sebab, bisa memunculkan dugaan bahwa ada keterlibatan Megawati dalam kasus itu yang harus ditutupi dan diamankan.
Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode
"Jika Megawati membela Hasto, secara tidak langsung ada bahasa bahwa jika mengkorek Hasto ya sama saja mengkorek dia," ujarnya.
Jerry menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Hasto merupakan hasil pengembangan dari kasus Harun Masiku, bukan kasus yang baru.
Ia meyakini bahwa akan ada tersangka-tersangka lainnya yang akan terungkap.
"Jadi, bukan hanya Hasto saja. Saya menduga memang akan ada tersangka-tersangka lainnya," ungkapnya.
Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung
Diketahui, KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 Wahyu Setiawan terkait Harun Masiku pada Selasa sore (24/12/2024).
Sementara sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pernah menyatakan akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ditangkap.
"Saya bilang, kalau Hasto itu ditangkap, saya datang. Saya enggak bohong. Kenapa? Saya ketua umum, bertanggung jawab kepada warga saya, dia adalah Sekjen saya," ujar Megawati dalam peluncuran dan diskusi buku 'Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis' di Jakarta, Kamis (12/12/2024).jr
Editor : Redaksi