Ramadhan Run Race 2026 di Bantaran Sungai Madiun, Cara Kreatif Alihkan Balap Liar Jadi Ajang Lari 100 Meter

MADIUN (Realita) - Fenomena balap liar yang kerap meresahkan masyarakat kini mulai diarahkan ke kegiatan yang lebih positif. Salah satunya melalui penyelenggaraan Ramadhan Run Race 2026 yang digelar di kawasan Taman Bantaran Sungai Kota Madiun pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Kegiatan ini menghadirkan lomba lari jarak pendek 100 meter yang diikuti puluhan pemuda dari berbagai daerah.

Event yang berlangsung di kawasan bantaran sungai tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya di bidang olahraga secara resmi dan aman. Suasana lomba berlangsung meriah dengan dukungan masyarakat yang turut menyaksikan jalannya perlombaan.

Ketua Panitia Ramadhan Run Race 2026, Saza Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja digagas sebagai alternatif kegiatan positif bagi anak muda, khususnya mereka yang memiliki hobi berlari atau menyukai tantangan adu kecepatan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mewadahi teman-teman yang hobi lari agar bisa menyalurkan minatnya secara resmi dan positif. Di sini kami mengadakan lomba lari 100 meter dengan tiga kategori, yaitu wanita umum, putra pelajar, dan putra umum,” ujar Saza.

Ia menyebutkan antusiasme peserta cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Madiun, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Solo, hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah. Bahkan, terdapat peserta yang rela datang dari Jayapura untuk mengikuti ajang tersebut.

“Total peserta yang mengikuti lomba dari semua kategori kurang lebih ada 120 orang,” katanya.

Menurut Saza, tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga sederhana seperti lomba lari dapat menjadi sarana hiburan sekaligus pembinaan bagi generasi muda. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang lebih besar di masa mendatang.

“Harapannya ke depan acara ini bisa lebih baik, lebih terukur, lebih terarah, dan bisa semakin booming sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk paguyuban Bantaran serta pihak-pihak yang terlibat,” tambahnya.

Advertorial

Sementara itu, Wakapolres Madiun Kota Kompol Bambang Eko Sujarwo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, event seperti Ramadhan Run Race merupakan contoh kegiatan positif yang mampu mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang bermanfaat.

Ia menilai kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pencarian bibit atlet yang dapat mewakili Kota Madiun di tingkat yang lebih tinggi.

“Kami dari Polres Madiun Kota sangat mendukung kegiatan ini karena sangat positif bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuannya di bidang olahraga, khususnya lomba lari 100 meter,” ujarnya.

Salah satu peserta yang berhasil meraih juara pertama pada kategori putra umum, Surya, mengaku mengikuti lomba tersebut hanya untuk bersenang-senang. Ia tidak menyangka mampu keluar sebagai pemenang.

“Awalnya ikut hanya untuk fun saja, tidak ada niatan untuk jadi juara. Saya juga bukan atlet lari, lebih ke sepak bola atau futsal,” ujarnya.

Meski demikian, Surya menilai penyelenggaraan event tersebut sudah cukup meriah dan memberikan pengalaman menarik bagi para peserta. Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya kegiatan tersebut bisa digelar dengan skala yang lebih besar.

“Semoga ke depan event ini bisa lebih meriah lagi, mungkin dengan lokasi yang lebih luas supaya penonton juga bisa menyaksikan lomba dengan lebih nyaman,” tandas Surya. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru