Mahfud MD Buka Suara Soal Penetapan Hasto PDIP Jadi Tersangka

Reporter : Redaksi
Ilustrasi.Mahfud MD buka suara soal Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka KPK, Mahfud MD Buka Suara. Foto: dok.ANTARA

JAKARTA (Realita). Mantan Menko Polhukam Mahfud MD angkat suara soal penetapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh KPK usai terseret dalam kasus Harun Masiku.

Mahfud mengatakan hal ini merupakan wewenang KPK dan penegak hukum untuk di pertanggungjawabkan secara hukum.

Baca juga: PDI Perjuangan Depok Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

"Saya nggak punya pandangan. Itu wewenang KPK, wewenang penegak hukum. Biar dipertanggungjawabkan secara hukum," kata Mahfud di Kantor MMD Initiative, Jakarta, Kamis (26/12).

Mahfud meminta kasus ini supaya ditangani secara transparan oleh penegak hukum. Ia kemudian meminta untuk dipertanggungjawabkan ke publik jika kasus ini dianggap politis.

"Kalau itu dianggap politik ya silakan aja di pertanggungjawabkan kepada publik," kata dia.

Mahfud sempat dicalonkan oleh PDIP sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 lalu. Namun, pasangan ini mengalami kekalahan dari pasangan Prabowo-Gibran.

Baca juga: HUT ke-53 PDI Perjuangan, Oki Sesar Crisandy Tegaskan Komitmen Setia pada Perjuangan Rakyat

Sebelumnya, KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam dua kasus. Pertama, kasus suap caleg PDIP Harun Masiku terhadap Komisioner KPU 2017-2022 Wahyu Setiawan.

Hasto juga ditetapkan tersangka dalam kasus perintangan penyidikan. KPK menduga Hasto memerintahkan Harun kabur dan merusak barang bukti kasus suap.

Baru-baru ini, Hasto mengatakan PDIP menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, ia mengaitkan kasus ini dengan sikap kritis PDIP terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca juga: Khamim Tohari, Sekertaris DPC PDI-P Kota Batu Akan Libatkan Generasi Millenial sebagai Mesin Partai

"Kami tidak akan pernah menyerah. Baik mau digunakan suatu proses intimidasi secara formal, maupun dengan cara-cara di luar formal sekalipun, kami sudah menyiapkan risiko-risiko terburuk," kata Hasto Kamis (26/12).rin

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru