Pasukan Pemberontak di Somalia, Dieksekusi Mati

realita.co
Para pemberontak yang tertangkap, saat akan dieksekusi. Foto: Awoke

GALKAYO (Realita)- Eksekusi kelompok Al-Shabaab pada tanggal 17 Agustus 2024 di kota Galkayo, Somalia, viral di media sosial.

Al-Shabaab di Somalia tetap menjadi salah satu afiliasi al-Qaeda yang terkuat dan tersukses. Organisasi yang di anggap teroris oleh pemerintah Somalia tersebut terus mengeksploitasi kapasitas negara yang terbatas dari pemerintah Somalia dan krisis kemanusiaan yang mengerikan di negara tersebut untuk melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap pasukan pemerintah, pasukan penjaga perdamaian asing, dan warga sipil.

Baca juga: Komisi III DPR RI Minta Pelaku Mutilasi di Padang Pariaman Dihukum Mati

Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan Pemerintah Federal Somalia (FGS), membersihkan negara mereka dari pasukan asing, dan mendirikan "Somalia Raya," yang menyatukan semua etnis Somalia di seluruh Afrika Timur di bawah pemerintahan Islam yang ketat.

Baca juga: Rizky Eka WidyastutiI, Ibu Rumah Tangga Terancam Hukuman Mati 

Pasukan penjaga perdamaian gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Afrika (AU), yang sekarang dikenal sebagai Misi Transisi Uni Afrika ke Somalia (ATMIS), Amerika Serikat, dan beberapa negara Afrika Timur telah terlibat aktif dalam memerangi al-Shabaab sejak kelompok tersebut muncul ke permukaan pada awal tahun 2000-an.

Baca juga: 2 Kurir Sabu 60 Kg Lolos dari Hukuman Mati, Dekade Law Firm: Mereka Di-Upah

Namun, al-Shabaab telah membuktikan ketangguhannya terhadap berbagai kampanye kontra pemberontakan, yang menimbulkan ancaman terhadap stabilitas Somalia dan kawasan tersebut.uk

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru