MALANG (Realita) - Pembangunan lahan parkir Kayutangan Heritage merupakan salah satu dari 11 program prioritas Iwan Kurniawan saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Iwan dikenal sebagai pemimpin yang berorientasi pada solusi dan inovasi, serta senantiasa berfokus pada pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mempunyai 11 program prioritas di masa kepemimpinannya di Kota Malang. 11 prioritas tersebut adalah revitalisasi Pasar Besar, pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), penanganan banjir di kawasan Soekarno-Hatta, pengadaan lahan parkir Kayutangan Heritage, pengembangan Malang Creative Center (MCC) dan UMKM, rehabilitasi gedung SD dan SMP, pemberian bantuan sosial terpadu, realisasi anggaran, optimalisasi pajak bumi dan bangunan (PBB), revitalisasi Alun-alun Merdeka, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2025.
Baca juga: Hujan Deras Lumpuhkan Kota Malang: Jalan Utama Terendam, Motor Terseret Arus, Rumah Warga Kebanjiran
Kini, ia berhasil menahkodai Pemkot Malang untuk membangun lahan parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Pembangunan ini menjadi bukti salah satu legacy penting dari Iwan bagi Kota Malang.
Ini juga menjadi salah satu bukti nyata komitmen Iwan dalam menata kota secara berkelanjutan. Kini, ia berhasil mengawal percepatan pengadaan lahan hingga perencanaan teknis. Mengingat lokasinya di kawasan Kayutangan Heritage, Iwan bahkan berpesan agar pembangunan tetap menjaga nilai heritage.
Untuk diketahui, pembangunan lahan parkir di kawasan Kayutangan Heritage telah melalui proses panjang sejak pertama kali dikaji pada tahun 2019. Kemudian sejak September 2024, di bawah kepemimpinan Iwan Kurniawan, proses ini mendapatkan perhatian khusus. Ia mengambil langkah strategis dalam mendorong percepatan lahan parkir tersebut.
Hingga akhirnya dipilih lahan eks Bank Syariah Mandiri seluas 1.334 meter persegi sebagai lokasi parkir terpusat di kawasan tersebut. Bahkan pada akhir tahun 2024, sebelum proses pelunasan, Iwan bersama jajaran Pemkot Malang telah mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan untuk memanfaatkan area tersebut sebagai kantong parkir guna mengantisipasi lonjakan wisatawan saat Natal dan Tahun Baru.
Pada Selasa (12/2/2025), Iwan menghantarkan Pemkot Malang mencapai titik kesepakatan dengan pemilik lahan, yakni penandatanganan pelepasan lahan.
"Alhamdulillah, pada Selasa (12/2) kemarin, dihadiri juga oleh Forkopimda, sudah bisa kita lakukan proses tanda tangan pelepasan lahan kepada kita. Pembayaran juga sudah dilakukan langsung dari Bank Jatim kepada Pak Hutomo, pemilik lahan. Mudah-mudahan ini berjalan sesuai dengan tahapan yang kita inginkan, terkait dengan penanganan parkir di Kayutangan,” ungkap Iwan, Jumat (14/2/2025).
Baca juga: Pemkot Malang Sabet Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025
Setelah pelunasan, kini proyek telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dengan konsultan perencana yang telah ditetapkan yaitu PT. Skala Pilar Lima. Salah satu pesan yang Iwan Kurniawan titipkan adalah agar pembangunan lahan parkir Kayutangan di eks Bank Mandiri Syariah tetap mempertahankan kondisi eksisting bangunan utama yang merupakan cagar budaya.
Hal ini, kata Iwan, bertujuan agar selaras dengan nilai-nilai histori dan konsep heritage yang lekat dengan Kayutangan.
"Bangunan ini akan memberikan warna terhadap kawasan wisata Kayutangan Heritage. Sehingga dalam menyusun DED agar menjaga cagar budayanya, termasuk dengan keamanan dan pencegahan apabila terjadi kebakaran. Perhatikan juga kenyamanan akses pengunjung dalam menyusun DED ini. Serta akses lalu lintasnya juga," ucap Iwan.
Selain itu, Iwan juga berharap gedung ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung Kawasan Kayutangan Heritage. Untuk konsep desain, ia meminta memprioritaskan bangunan utama agar dimanfaatkan sebagai fasilitas umum seperti pusat informasi dan toilet.
Baca juga: Wali Kota Malang Dorong Generasi Muda Kuasai Desain Grafis untuk Hadapi Era Digital
"Sehingga ada kombinasi antara lahan parkir, pusat informasi, toilet, yang saling terhubung. Ini agar mendukung suasana Kayutangan sebagai obyek wisata dan ke depan gedung ini bisa menjadi ikon juga di Kawasan Kayutangan Heritage," papar Iwan.
Dengan dimulainya tahap perencanaan teknis ini, sambung Iwan, pembangunan lahan parkir Kayutangan diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Malang.
Terakhir ia berharap pembangunan ini dapat menjadi salah satu legacy kebijakan yang membawa manfaat jangka panjang bagi tata Kota Malang.
"Saya berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi tata Kota Malang. Dengan adanya lahan parkir ini, tidak hanya mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Kayutangan, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata sekaligus menjaga kelestarian kawasan heritage yang menjadi kebanggaan kita bersama," tutup Iwan. (Pro/Mad)
Editor : Redaksi