PONOROGO (Realita)- Upaya mewujudkan Kota Wisata Budaya di Kabupaten Ponorogo terus dilakukan. Tak hanya Pemerintah Kabupaten setempat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga ikut turun tangan mewujudkan hal tersebut.
Seperti yang dilakukan Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo kali ini, untuk mewujudkan penguatan potensi wisata lokal di Kota Reog. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah Bidang Kepariwisataan Provinsi Jawa Timur ini melakukan pendampingan desa wisata di Ponorogo mulai 25 hingga 27 Februari mendatang.
Baca juga: Festival Remo Yosakoi Perayaan Ke-25 Tahun Sister City Surabaya Kochi Jepang
Kegiatan ini tak hanya diikuti oleh 21 Desa Wisata di Ponorogo namun juga tim Ekosistem Pariwisata Kota Reog. Acara yang dilaksanakan selama 3 hari dan terbagi dalam 2 sesi. Dimana sesi pertama berupa materi selama 2 hari dan peninjauan lapangan pada hari terakhir.
Dihari pertama pendampingan desa wisata ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur memberikan materi tentang adalah arah kebijakan pembangunan Kabupaten Ponorogo dalam Mendukung Penguatan Desa Wisata oleh Kepala Disbudparpora Ponorogo. Lalu materi dilanjutkan dengan desa wisata berbasis b.udaya untuk mendukung Reog Ponorogo yang sudah diakui UNESCO.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edhie, mengatakan bahwa saat ini Ponorogo sedang berhijrah untuk mengembangkan potensi pariwisata disamping potensi pertanian.
Baca juga: Jaga Kearifan Lokal, Pemkot Surabaya Jadikan Tari Remo Ekstrakurikuler Wajib
“Jadi kami saat ini sedang berhijrah untuk mengembangkan potensi pariwisata,” ujarnya, Selasa (25/02/2025).
Ia menambahkan bahwa untuk mengembangkan pariwisata di Ponorogo memang penuh dengan tantangan. Contohnya saat pihaknya melakukan pengembangan kawasan wisata telaga Ngebel.
“Dulu saat awal kami berinovasi di Ngebel juga sempat terjadi pro kontra, namun kami mampu membuktikan dengan meningkatnya PAD Kabupaten Ponorogo dari sektor Pariwisata Ngebel,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Susiati mengaku, bahwa salah satu tujuan dari kegiatan Pendampingan Desa Wisata ini adalah untuk peningkatan kapasitas pengelola Desa Wisata.
“Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas, baik yang mengelola desa wisata apakah itu Pokdarwis atau lembaga yang di desa wisata dengan kegiatan pendampingnya ada peningkatan kapasitas, " pungkasnya. znl
Editor : Redaksi