Demokrat Menentang Keras Ambisi Donald Trump Jabat Presiden 3 Periode

realita.co
Donald Trump. Foto: iG Donald Trump

WASHINGTON (Realita)- Donald Trump menyatakan bahwa dia "tidak bercanda" tentang keinginannya untuk menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat untuk ketiga kalinya.

Konstitusi AS secara gamblang mengatur bahwa "tidak seorang pun...boleh dipilih lebih dari dua kali". Namun beberapa pendukung Trump menganggap terdapat cara untuk menyiasati aturan tersebut.

Baca juga: Trump Klaim Pasukannya Berhasil Menangkap Presiden Venezuela dan Istri

Senada, Partai Demokrat sangat keberatan dengan wacana ini. "Ini adalah eskalasi berikutnya dalam upaya dia yang jelas-jelas ingin mengambil alih pemerintahan dan menghancurkan demokrasi kita," kata Daniel Goldman, anggota Kongres dari New York yang menjadi motor upaya pemakzulan Trump pada periode pertama.

"Jika anggota Kongres dari Partai Republik menghormati pada Konstitusi, mereka akan secara terbuka menentang ambisi Trump untuk masa jabatan ketiga," ujarnya.

Beberapa orang di Partai Republik sebenarnya menganggap masa kepresidenan hingga tiga periode sebagai sesuatu yang buruk.

Senator Republik dari Oklahoma, Markwayne Mullin, berkata pada Februari bahwa dia tidak akan mendukung upaya untuk mengembalikan Trump ke Gedung Putih.

"Pertama-tama, saya tidak akan mengubah konstitusi, kecuali rakyat Amerika memilih untuk melakukannya," kata Mullin kepada NBC.

Derek Muller, seorang profesor hukum pemilu di Universitas Notre Dame, mengatakan Amandemen ke-12 Konstitusi menyatakan "tidak seorang pun yang secara konstitusional tidak memenuhi syarat untuk jabatan presiden akan memenuhi syarat untuk jabatan wakil presiden Amerika Serikat".

Baca juga: Seperti di Indonesia, Donald Trump Coba Mengakali Konstitusi demi Jabat Presiden 3 Periode

Itu berarti, kata Muller, presiden yang berkuasa selama dua periode akan terdiskualifikasi jika berupaya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden.

"Saya tidak berpikir ada 'satu trik aneh' untuk mengakali batasan masa jabatan presiden," katanya.

Jeremy Paul, seorang profesor hukum tata negara di Universitas Northeastern Boston, mengatakan kepada CBS New bahwa "tidak ada argumen hukum yang kredibel" untuk masa jabatan ketiga.

Apakah ada presiden AS yang pernah menjabat lebih dari dua periode?
Portrait of Franklin Delano Roosevelt seated at his desk, smiling. Getty ImagesFranklin Delano Roosevelt adalah satu-satunya presiden AS yang menjabat lebih dari dua periode.

Baca juga: Donald Trump Menyerahkan Diri

Franklin Delano Roosevelt terpilih empat kali sebagai presiden AS. Ia meninggal tiga bulan setelah masa jabatan keempatnya, pada bulan April 1945.

Depresi Besar dan Perang Dunia Kedua mewarnai masa jabatan Roosevelt dan sering disebut-sebut sebagai penyebab masa jabatannya diperpanjang.

Pada saat itu, batasan dua masa jabatan presiden AS belum ditetapkan sebagai undang-undang tapi hanya sebagai kebiasaan sejak George Washington menolak masa jabatan ketiga pada 1796.

Kepemimpinan Roosevelt yang diperpanjang menyebabkan tradisi tersebut dikodifikasi menjadi undang-undang dalam Amandemen ke-22 pada awal tahun 1950-an.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru