Trump Tak Bakal Ampuni China

realita.co
Trump dan Xin Jinping dalam sebuah kesempata. Foto: Dok Xinhua

BEIJING (Realita)- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam China dengan tarif tambahan sebesar 50% untuk barang-barang yang diimpor ke AS jika China tidak menarik tindakan balasan.

Berbicara di Gedung Putih pada hari Senin, presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa ia tidak akan mempertimbangkan penangguhan tarif untuk memberikan waktu negara lain melakukan negosiasi.

Baca juga: Beranikah Dunia Melawan Amerika Serikat?

 Trump mengancam China dengan tarif tambahan sebesar 50% untuk barang-barang yang diimpor ke AS jika China tidak menarik tindakan balasan.

Berbicara di Gedung Putih pada hari Senin, presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa ia tidak akan mempertimbangkan penangguhan tarif untuk memberikan waktu negara lain melakukan negosiasi.

Baca juga: Trump Perluas Larangan Perjalanan ke AS, Warga 39 Negara Terdampak

"Kami tidak mempertimbangkan itu. Kami memiliki banyak, banyak negara yang akan berunding dengan kami, dan akan ada kesepakatan yang adil," katanya dikutip dari BBC, Selasa (8/4/2025).

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah Indonesia pada Selasa, 8 April 2025, menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan menguat mendekati Rp 17.000 per USD. Dolar AS terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa pagi di Jakarta menguat sebesar 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 16.846 per USD dari sebelumnya Rp 16.822 per USD.

Baca juga: Pakar Politik AS: Untuk Buka Lagi Pemerintahan Trump, Fillibuster Harus Dihapus

Sedangkan Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tengah mata uang Paman Sam tersebut berada di sekitar Rp 16.566 per USD. Namun, angka ini hanyalah nilai tengah; harga jual dan beli di berbagai bank akan berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk waktu pengambilan data, jenis transaksi, dan kebijakan masing-masing bank.

Pengamat pasar uang, yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra menilai nilai tukar rupiah bisa memperoleh sentimen positif dari aksi buy on dip di sebagian pasar saham Asia.tan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru