CILEGON (Realita) – Dalam upaya menekan dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan anak-anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon terus melakukan berbagai langkah konkret.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala DP3AP2KB, Lia Nurlia Mahatma, saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp pada Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Mengenal Istilah Phubbing, Apa Itu?
Menurut Lia, dinasnya telah melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait bahaya penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak.
Edukasi ini merupakan bagian dari upaya preventif agar para orang tua lebih sadar akan risiko yang ditimbulkan dari kecanduan digital sejak usia dini.
Lebih lanjut, Lia menyebutkan bahwa DP3AP2KB juga memiliki program kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak yang menyasar siswa-siswi di tingkat SD dan SMP.
Baca juga: 5 Gadget Wearable Terbaik untuk Olahraga dan Kesehatan
Kampanye ini sekaligus menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada para guru dan orang tua mengenai dampak buruk dari kecanduan game dan gawai.
Meski begitu, saat ditanya mengenai data atau riset lokal terkait tingkat kecanduan gadget di kalangan pelajar Kota Cilegon, Lia mengaku bahwa pihaknya belum memiliki data tersebut. “Kami belum memiliki data spesifik mengenai hal itu,” ujar Lia.
Untuk penanganan kasus yang sudah terjadi, DP3AP2KB bekerja sama dengan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) dalam memberikan pendampingan psikologis dan edukatif bagi anak-anak maupun orang tua yang membutuhkan.
Sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang, DP3AP2KB juga mendorong terbentuknya Kelurahan Ramah Anak dan pengembangan Ruang Bersama di lingkungan masyarakat.
Dua inisiatif ini diharapkan mampu menjadi sarana kampanye “Sehari Tanpa Gadget” yang melibatkan anak-anak secara langsung dalam kegiatan positif dan interaksi sosial nyata.fauzi
Editor : Redaksi