Kaesang Siap Peras Darah, Jokowi Bakal Keliling ke Ribuan Kecamatan di Indonesia

MAKASSAR (Realita)– Panggung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2026 di Makassar menjadi saksi bisu transformasi besar partai berlogo mawar tersebut.

Kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bukan sekadar seremonial. Di balik mimbar, ia menegaskan posisi barunya sebagai Ketua Dewan Penasihat, sosok yang sebelumnya sempat menjadi teka-teki dengan inisial "Mr. J".

Langkah Jokowi kali ini menunjukkan manuver politik yang lebih agresif. Dalam pidatonya yang lugas dan berapi-api, Jokowi menginstruksikan penguatan struktur partai hingga ke level akar rumput paling bawah.

"Bolak-balik saya sampaikan: perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW. Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup," tegas Jokowi di hadapan ribuan kader yang memadati lokasi.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Jokowi secara eksplisit menyatakan komitmen yang belum pernah ia berikan kepada partai manapun secara terbuka sebelumnya. "Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan, saya pun akan bekerja habis-habisan," tambahnya, yang disambut riuh sorak-sorai militansi kader.

Suasana semakin dramatis ketika Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, naik ke podium untuk menutup rangkaian acara. Berbeda dengan gaya biasanya yang santai dan penuh kelakar, Kaesang tampak emosional hingga suaranya bergetar dan matanya berkaca-kaca.

Advertorial

"Saya akan peras semua darah saya untuk memenangkan PSI!" ujar Kaesang dengan nada penuh tekanan, sebuah janji politik yang sangat personal sekaligus ambisius demi menembus ambang batas parlemen di Pemilu 2029 mendatang.

Secara sistematis, PSI kini tak lagi hanya mengandalkan jargon "Partai Anak Muda". Dengan masuknya Jokowi ke jajaran struktural tertinggi, PSI bertransformasi menjadi "Partai Super Tbk" yang lebih inklusif dan terbuka bagi tokoh-tokoh nasional hingga daerah. Penggunaan sistem digital pemantau kinerja pengurus yang dipaparkan Kaesang juga menunjukkan bahwa partai ini sedang membangun mesin birokrasi politik yang modern dan terukur.

Investigasi kecil di lapangan menunjukkan bahwa "efek Jokowi" masih menjadi magnet utama bagi para politisi daerah untuk bergabung. Namun, tantangan besar tetap membayangi: mampukah militansi yang dijanjikan secara "mati-matian" ini dikonversi menjadi perolehan suara yang signifikan, ataukah ini sekadar benteng pertahanan politik keluarga pasca-masa jabatan kepresidenan?

Satu yang pasti, Rakernas Makassar telah meletakkan batu pertama bagi narasi baru politik Indonesia: Jokowi tidak sedang beristirahat; ia justru sedang menyiapkan "mesin besar" untuk pertarungan yang lebih jauh.tri

Editor : Redaksi

Berita Terbaru