Mengenal PT GAG Nikel yang Dituding Merusak Ekosistem Raja Ampat

realita.co
Rusaknya ekosistem Raja Ampat yang kini viral. Foto: X SaveRajaampat

RAJA AMPAT (Realita) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghentikan sementara operasi produksi anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT GAG Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Hal ini dilakukan menyusul dugaan kerusakan ekosistem imbas aktivitas penambangan nikel.

Baca juga: Sembilan Naga di Balik Tambang Raja Ampat, Said Didu Ungkap Peran Jokowi hingga 3 Menteri

Bahlil akan meninjau langsung aktivitas pertambangan PT Gag Nikel untuk memastikan ada atau tidak pelanggaran aturan lingkungan maupun kearifan lokal Papua Barat Daya.

Kontrak Karya (KK) perusahaan tersebut terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Agar tidak terjadi kesimpangsiuran maka kami sudah memutuskan lewat Ditjen Minerba untuk status daripada Kontrak Karya (KK) PT GAG yang sekarang lagi mengelola untuk sementara kita hentikan operasinya sampai dengan verifikasi lapangan, kita akan cek," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (6/6/2025).

Baca juga: Singgung Kendali China, JATAM Ungkap PT Gag Nikel di Raja Ampat Kirim Produksinya ke PT IWIP

Sebagai informasi, PT GAG Nikel, pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998, resmi berdiri pada 19 Januari 1998 setelah ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia saat itu.

Awalnya, struktur kepemilikan saham perusahaan ini terdiri dari Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. (APN Pty. Ltd) sebesar 75�n PT ANTAM Tbk sebesar 25%.

Baca juga: KKP Mengusulkan Revisi Pengelolaan Pulau Kecil Imbas Kasus Raja Ampat

Sejak tahun 2008, PT ANTAM Tbk mengakuisisi seluruh saham APN Pty. Ltd., sehingga kendali penuh PT GAG Nikel berada di tangan PT ANTAM Tbk.

Bahli menambahkan, aktivitas pertambangan PT GAG Nikel bukan Pulau Piaynemo yang menjadi salah satu ikon pariwisata Raja Ampat. Penambangan dilakukan di Pulau GAG, yang jaraknya kurang lebih 30-40 km dari Pulau Piaynemo.ik

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru