Dari Pengajian untuk Sesama, PIMAJT Tebar Ribuan Paket Sembako Jelang Idul Fitri

Advertorial

SEMARANG  (Realita)- Bulan Ramadan menjadi momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMAJT) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan ribuan paket sembako kepada kaum dhuafa melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di Aula Kantor Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PIMAJT, Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Tengah, serta para donatur tetap. Dalam program tersebut disalurkan sebanyak 1.860 paket sembako, masing-masing senilai Rp150 ribu, yang diperuntukkan bagi masyarakat dhuafa.

Jumlah paket sembako mengalami peningkatan yang siginifikan. Pada Ramadan tahun 2025 sebanyak 1.535 paket, untuk Ramadan Tahun 2026 terkumpul sebanyak 1.860 paket sembako. 

Ketua panitia kegiatan, Hj Lilik Setyaningsih Ahyani Apt, mengatakan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh PIMAJT sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Tahun ini dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp280 juta. Dana tersebut kami wujudkan dalam bentuk paket sembako untuk membantu masyarakat dhuafa agar bisa sedikit tersenyum menghadapi Idul Fitri,” ujarnya.

Menurut Hj Lilik Ahyani, dana tersebut berasal dari kolaborasi para donatur tetap, Baznas Jawa Tengah, Baznas RI, serta berbagai pihak yang peduli terhadap kegiatan sosial PIMAJT.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para muzaki untuk menyalurkan donasinya kepada mustahik yang membutuhkan. Menariknya, jumlah dana yang terkumpul terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan sekitar 21 persen. Kami berharap kegiatan bakti sosial ini terus mendapat dukungan dari para donatur,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pengelola MAJT, Drs H Muhyiddin MAg, mengapresiasi gerakan sosial yang digagas oleh PIMAJT. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

“Saya sangat senang dengan gerakan PIMAJT yang secara konsisten menyelenggarakan bakti sosial, baik pada Tahun Baru Hijriah maupun di bulan Ramadan. Peningkatannya juga luar biasa dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Muhyiddin juga menilai PIMAJT memiliki keunikan tersendiri dalam gerakan filantropi. Jika biasanya pengelola kegiatan sosial mendapatkan bisyaroh atau honor, pengurus PIMAJT justru bergotong royong mengumpulkan dana untuk kegiatan sosial.

“Ini luar biasa. Para pengurus justru urunan untuk membantu sesama. Semoga para pengurus PIMAJT selalu diberi kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan kegiatan di bulan Ramadan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Muhyiddin juga mengingatkan tiga amalan utama yang perlu diperkuat selama Ramadan, yaitu syiam (puasa), qiyam (salat malam), dan tadarus Al-Qur’an.

Ketua PIMAJT, Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan bakti sosial tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia Gebyar Ramadan MAJT, Prof Dr H Ahmad Izzuddin MAg, yang telah menyemarakkan berbagai kegiatan di MAJT.

Nur Kusuma Dewi menjelaskan, PIMAJT telah berkiprah selama lebih dari 20 tahun dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Menariknya, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, jumlah donasi yang diterima justru meningkat.

“Tahun lalu dana yang terkumpul sekitar Rp230 juta. Tahun ini meningkat menjadi Rp280 juta atau naik sekitar Rp50 juta. Ini menunjukkan kepedulian para donatur semakin besar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dana yang terkumpul disalurkan kepada mereka yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan asnaf dalam syariat Islam.

“Sodakoh para ibu-ibu luar biasa. Di tengah kondisi ekonomi yang lesu, jumlah donatur justru meningkat. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli kepada PIMAJT,” katanya.

Menurutnya, dalam pandangan Islam, muzaki dan mustahik sama-sama mulia di hadapan Allah SWT. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu berbagi rezeki kepada sesama.

“Sodakoh itu ibarat tabungan. Justru yang disedekahkan itulah yang akan kita temukan kembali pahalanya di akhirat. Jangan sampai menyesal ketika memiliki rezeki tetapi tidak mau berbagi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Baznas Jawa Tengah, Drs KH Ahyani, menyampaikan apresiasi kepada PIMAJT yang telah menjadi mitra Baznas dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Atas nama Baznas, kami mengucapkan terima kasih kepada PIMAJT yang telah membantu menyalurkan sembako kepada masyarakat dhuafa. PIMAJT luar biasa karena dipercaya masyarakat dan memiliki jaringan yang kuat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Baznas Jawa Tengah berencana mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi para penerima bantuan.

“Ke depan kami mengusulkan sekitar 30 orang mustahik untuk mendapatkan pelatihan usaha kecil. Harapannya mereka bisa mandiri secara ekonomi, bahkan kelak meningkat dari mustahik menjadi muzaki,” jelasnya.

Menurutnya, program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan zakat produktif, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan penerima.
Ketua Panitia Gebyar Ramadan MAJT, Prof Dr H Ahmad Izzuddin MAg, berharap kegiatan bakti sosial ini membawa keberkahan bagi semua pihak, terutama masyarakat yang menerima bantuan.

“Semoga bakti sosial PIMAJT ini menjadi berkah bagi masyarakat yang membutuhkan dan semakin memperkuat semangat berbagi di bulan Ramadan,” ujarnya.ham

Editor : Redaksi

Berita Terbaru