MADIUN (Realita)- Jumlah piutang macet dana bergulir yang dikelola Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) di Kota Madiun tercatat meningkat hingga akhir tahun 2024.
Dari total investasi dana bergulir sebesar Rp15.487.455.432, piutang macet per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp10.393.137.760,89. Nilai tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp10.134.892.010.
Baca juga: Kajari Madiun Tegaskan Tak Ada Toleransi Pemerasan, Dugaan OTT Kepala Desa Dipastikan Tak Terbukti
Permasalahan tersebut disampaikan dalam pemandangan umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Fraksi Demokrat atas Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, yang digelar di Gedung DPRD Kota Madiun pada 21 Mei 2025.
"Atas piutang macet dana bergulir sampai dengan tahun 2024, belum ada progres perbaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya, bahkan meningkat jumlahnya," ujar Agus Wiyono dari Fraksi PKB.
Agus juga mempertanyakan langkah yang telah dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. "Sampai tahun 2024, upaya apa saja yang telah dilakukan oleh OPD terkait dan bagaimana hasilnya?," lanjutnya.
Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya, Ismiati, menyampaikan bahwa persoalan piutang macet dana bergulir LKK telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2021 hingga 2024.
"Investasi Dana Bergulir pada LKK didapatkan ada kenaikan dana macet pada tahun 2024, jika dibandingkan dengan tahun 2023," ujar Ismiati.
Baca juga: Desak Transparansi, F- Gertak Minta Kejari Kota Madiun Tuntaskan Dugaan Korupsi Perjadin dan Lainnya
"Mengapa hal tersebut sampai sekarang belum ada progres, dan upaya apa ke depan agar persoalan LKK ini klir dan bermanfaat bagi masyarakat? Mohon penjelasan," tambahnya.
Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menyampaikan bahwa sedang dilakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dana bergulir LKK di sejumlah kelurahan. Nilai indikasi kerugian negara ditaksir mencapai Rp9,7 miliar. Informasi tersebut disampaikan Kejari Madiun melalui siaran pers pada 4 Juni 2025.sty
Editor : Redaksi