Pesawat Mendarat di Medan karena Isu Bom, Begini Cerita Salah Satu Jamaah Haji Depok

realita.co
Jamaah haji Depok, Agus Asmanto (60) menceritakan kronologi saat pesawat yang ditumpanginya mendarat darurat di Medan karena dugaan ancaman bom, Rabu (18/6/2025). (Foto: Fachry)

DEPOK (Realita) - Kejadian mengejutkan terjadi pada pesawat Saudia Airlines SV5276 yang mengangkut 442 jamaah haji kloter 12 JKS asal Kota Depok.

Pesawat yang sedianya terbang menuju Jakarta ini mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, karena adanya dugaan ancaman bom.

Baca juga: Pesawat Jemaah Haji Kloter 12 Depok Mendarat Darurat di Medan Akibat Ancaman Bom

Salah satu jamaaah haji, Agus Asmanto (60), warga GDC, Cilodong, Kota Depok, membagikan pengalamannya sesaat setelah tiba di Balai Kota Depok, Rabu (18/6/2025).

“Kita dari Saudi itu enjoy-enjoy aja, nyaman. Tapi begitu sudah di Indonesia, kok tiba-tiba pesawat mau mendarat. Waktu itu saya kira udah sampai Cengkareng,” tutur Agus.

Namun kenyataannya, ia baru menyadari bahwa pesawat tidak mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, melainkan di Medan setelah melihat Danau Toba dari jendela pesawat.

“Pas nyampe, tiba-tiba kita disuruh beresin makanan, kaget juga. Katanya ada masalah mesin (engine), ya udah kita turun semua. Barang-barang ditinggal,” lanjutnya.

Setelah turun, para jamaah dievakuasi ke Bandara Kualanamu menggunakan mobil. Agus mengaku hanya membawa dokumen penting seperti paspor.

Agus menuturkan bahwa informasi soal dugaan bom baru tersebar setelah pesawat mendarat di Medan.

Jamaah pun awalnya tidak mengetahui apapun selain keterangan soal kendala teknis.

“Saya tahunya itu di bandara, katanya ancaman bom muncul setelah pesawat masuk wilayah Indonesia. Kalau tahu dari India mungkin juga bisa langsung turun disitu,” ucapnya.

Ia mengaku sempat merasa khawatir saat melihat kehadiran aparat keamanan.

“Pas tahu ada gegana, polisi, Koramil segala macam datang, ini ada apa sebenarnya? Ternyata katanya ada ancaman bom,” ujarnya.

Setibanya di bandara, seluruh penumpang diperiksa secara ketat.

Menurut Agus, semua jamaah diminta membuka barang bawaan hingga pemeriksaan tubuh.

“Satu-satu kita diperiksa, semua dibuka, dilepas. Ternyata aman, nggak ada apa-apa,” katanya.

Agus dan jamaah lainnya kemudian dipindahkan ke hotel untuk bermalam, terutama demi kenyamanan jamaah.

“Kita sempat semalaman di Kualanamu. Pemerintah dan pihak maskapai mengoordinasikan dengan baik, jamaah lansia juga diperhatikan,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas koordinasi antara penyelenggara haji, aparat keamanan, dan pihak maskapai dalam menangani situasi tersebut.

“Alhamdulillah, lancar. Koordinasinya bagus, dan paginya jam 08.30 kita lanjutkan penerbangan ke Jakarta,” tambahnya.

Agus mengaku tidak panik, tetapi sempat penasaran dan mencari tahu soal kebenaran ancaman tersebut.

“Kita sih sempat cari tahu, ya katanya isu aja. Tapi SOP maskapai tetap dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Agus menyampaikan ia berangkat haji bersama istri dan mertuanya.

Ia menuturkan bahwa perjalanan suci ini telah ia nantikan selama 12 tahun.

“Berangkat sama istri dan mertua. Nunggunya 12 tahun,” tandasnya. Hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru