PONOROGO (Realita)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo terus mengkebut pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-P APBD) tahun anggaran 2025.
Terbaru, kalangan legislatif Bumi Reog ini menggelar rapat Paripurna bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait hal ini dengan agenda Pandangan Umum Fraksi DPRD, Rabu (25/06/2025).
Baca juga: Soal Dapur MBG di Bawah Kandang Burung, Dewan Ponorogo Desak BGN Kaji Ulang
Kendati mayoritas menyetujui rancangan P-APBD yang diajukan eksekutif, namun sejumlah catatan juga diberikan kalangan dewan terhadap rencana anggaran guna pembangunan daerah di smester ke dua tahun 2025 ini.
Diantaranya Fraksi PKB yang mengapresiasi terealisasi Bosda Madin dari sebelumnya dicairkan 6 bulan kini menjadi 3 bulan sekali. Lalu ada Fraksi Nasdem yang meminta Pemkab untuk merinci munculnya Silpa Rp 87 miliar dalam Perubahan APBD 2025. Serta adanya perbaikan sistem parkir tepi jalan raya yang selama ini diklaim bocor dan berimbas pada pemasukan PAD. Sedangkan Fraksi Demokrat menilai rencana P-APBD sudah sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat saat ini. Sedangkan Fraksi Pembangunan Keadilan Sejahtera mendesak belanja daerah harus diprioritaskan kepada peningkatan infrastruktur khususnya jalan.
" Jadi kami tadi merekomendasikan agar ada perbaikan jalan-jalan yang saat ini sudah rusak kondisinya. Dan ada beberapa catata mendasar lainnya," ujar Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno.
Dwi mengaku, upaya pihaknya mendukung penuh bila Pemkab menggunakan dana pinjaman untuk menyelesaikan masalah ini. Pun dengan keterlibatan anggota DPR-RI melalui Pokir Inpres jalan daerah.
Baca juga: Pembentukan 5 Desa Baru di Ponorogo Ditunda
" Kalau mungkin ini harus pinjam, kayaknya di sebagian besar temen-temen dewan tidak keberatan. Asal itu untuk pembangunan jalan. Agar ini cepat terselesaikan. Termasuk ada pendampingan dari DPR-RI," akunya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku tidak menampik bila percepatan peningkatan jalan memang harus segera dilakukan. Pasalnya faktor utama peningkatan ekonomi di daerah dipengaruhi oleh jalan.
" Yang menarik garis lurus dari peningkatan dan pertumbuhan ekonomi itu adalah infrastruktur jalan. Maka dari itu akan segera kita tuntaskan," akunnya.
Baca juga: APBD 2026 Belum Dibahas, PNS-Dewan Ponorogo Terancam Tak Gajian
Tak hanya jalan, pihaknya juga tengah berimprovisasi guna mewujudkan PAD Rp 1 triliun, dengan menciptakan destinasi-destinasi wisata baru di Ponorogo seperti, Bukit Khodmil Qur'an, lembah Mocopat, Monumen Reog, dan Face Off Telaga Ngebel.
" Destinasi wisata ini akan menjadi tambang bagi peningkatan PAD bisa jadi Rp 1 triliun. Nah untuk mendukung itu jalan akan mulai kita perbaiki tahun ini," pungkasnya. adv/znl
Editor : Redaksi