Detik-Detik Pria di Madiun Tertabrak KA Jayakarta, Berdiri di Antara Rel Terekam CCTV

MADIUN (Realita) - Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan rel ganda Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 15.55 WIB. Peristiwa tragis tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan berlangsung dalam hitungan detik.

Korban diketahui bernama Sugeng Hariadi (35), warga Dusun Pehrambak, Desa Bancong. Ia tertabrak Kereta Api Jayakarta yang melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi di jalur rel ganda wilayah tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, Sugeng terlihat berjalan seorang diri menuju area perlintasan. Ia sempat berdiri di antara dua jalur rel.

Tak lama kemudian, korban tampak mengeluarkan telepon genggam dan mengarahkan kameranya ke arah rel, diduga untuk merekam kereta yang terdengar mendekat.

Di sekitar lokasi kejadian, sejumlah warga dan pengendara sepeda motor terlihat mengantre untuk melintas setelah kereta lewat.

Namun dalam rekaman tersebut tidak terlihat adanya upaya pencegahan secara langsung dari petugas penjaga palang pintu terhadap korban yang berada di area berbahaya.

Saat suara kereta semakin dekat, korban justru melangkah ke rel sisi utara jalur yang beberapa detik kemudian dilintasi KA Jayakarta. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Polisi Lakukan Penyelidikan

Advertorial

Kapolsek Wonoasri, AKP Eka Supriyadi, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area.
“Korban telah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk motif masih dalam proses penyelidikan,” ujar Eka saat dikonfirmasi.

Petugas kepolisian bersama tim medis dan relawan melakukan penyisiran di sepanjang rel untuk memastikan tidak ada bagian tubuh yang tertinggal. Proses evakuasi dilaporkan berlangsung hampir tiga jam sebelum jenazah akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Sejumlah saksi di sekitar lokasi menyebutkan bahwa korban diduga tengah mengalami tekanan batin. Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, pada pagi hari sebelum kejadian, ibu korban meninggal dunia. Sementara itu, ayah korban juga disebut belum genap seratus hari wafat.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis rekaman CCTV untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh serta mengetahui latar belakang kejadian yang sebenarnya. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru