CIMAHI (Realita)- Sebuah video berdurasi 1 menit 50 detik mendadak ramai diperbincangkan warganet pada Senin (30/6/2025).
Video tersebut merekam momen pilu sekaligus penuh kemarahan seorang pria di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, setelah sang istri meningg*l dunia.
Baca juga: Total Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 26,7 T
Dalam rekaman, terlihat seorang perempuan terbaring lemah di ranjang rumah sakit, sementara tenaga medis berupaya melakukan tindakan penyelamatan.
Di tengah kepanikan, sang suami menangis histeris sambil menuding pelayanan rumah sakit lambat karena istrinya menggunakan BPJS.
“Saya dari kemarin minta tolong ke suster. Sekarang lihat istri saya! Mentang-mentang pakai BPJS, beda sama pasien umum,” teriaknya sambil menangis.
Baca juga: 11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Begini Solusi dari Purbaya
Ungkapan emosional tersebut langsung menuai simpati sekaligus kemarahan publik. Banyak yang mempertanyakan kesetaraan layanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS.
Sementara pihak RS Cibabat mengaku telah melakukan semua prosedur sesuai standar.
Menurut pihak rumah sakit, pasien dirujuk ke RSUD Cibabat pada 27 Juni 2025 setelah sebelumnya dirawat di beberapa fasilitas kesehatan lain.
Baca juga: Kemensos Jelaskan Cara Reaktivasi PBI-JK Bagi Warga yang Dinonaktifkan
Pasien sempat dirawat di ruang rawat inap Kelas III hingga 29 Juni, sebelum kondisinya memburuk. Tim medis telah melakukan tindakan penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru (RJP).
Untuk memastikan transparansi, pihak RSUD menyatakan akan melakukan audit klinis terhadap penanganan pasien tersebut.ono
Editor : Redaksi