Ratusan Juta Dana Dugaan Penyimpangan PTSL di Desa Slaharwotan Lamongan Dikembalikan

realita.co
Kasipidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi (kiri) saat memberi keterangan pada wartawan, Rabu (23/7/2025). Foto: David

LAMONGAN (Realita) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan telah menerima pengembalian dana dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, pada Selasa (22/7/2025).

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi, menyampaikan proses pengembalian tersebut berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, sekitar pukul 15.20 WIB, bertempat di Ruang Multimedia Kejaksaan Negeri Lamongan.

Baca juga: Kejari Siap Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pengalihan Tanah Negara Desa Sidokelar

"Jumlah dana yang dikembalikan sebesar Rp. 432.540.000,-," jelas Anton, Rabu (23/7/2025)

"Dana ini merupakan hasil temuan atas penyimpangan pelaksanaan program PTSL tahun anggaran 2020/2021 di Desa Slaharwotan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Anton mengatakan bahwa pengembalian dana ini merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Lamongan Nomor x 700/5/LHP/413.201/2024 tertanggal 2 Juli 2024.

Baca juga: Diduga Lakukan Pungli Program PTSL, Kepala Desa Brengkok Dilaporkan Warga ke Kejari Lamongan

"Dalam laporan tersebut, ditemukan adanya penggunaan dana program PTSL yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 432.540.000m Penyimpangan ini diduga dilakukan oleh pihak Pokmas selaku pelaksana kegiatan di tingkat desa, yang merupakan bagian dari perkara dugaan tindak pidana korupsi atau memperkaya diri sendiri maupun bersama - sama dalam pelaksanaan PTSL di Desa Slaharwotan. Dana tersebut tidak dapat dibuktikan pembelanjaannya secara sah," jelasnya.

Terkait kelanjutan proses hukum atas perkara ini, Anton mengatakan bahwa dana yang dikembalikan akan disetorkan ke Rekening Kas Desa Slaharwotan. Meski demikian pihak Kejari Lamongan tetap melakukan pemantauan dan upaya preventif .

Baca juga: Kejati Jatim Tindaklanjuti Aduan Warga Sugihwaras, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Oknum Kejari Lamongan Mulai Diverifikasi

"Kita pantau sama - sama atas pelaksanaan dan realisasi dari pengembalian tersebut ," ujar Anto saat ditanya apakah proses hukum tetap berjalan .

Reporter : David Budiansyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru