Warga Antusias Berebut Puluhan Juta Uang Koin, Dalam Grebeg Maulud di Kedondong Madiun

MADIUN (Realita) – Suasana semarak mewarnai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kabupaten Madiun, Selasa (25/8/2026). Warga memadati lokasi pelaksanaan Grebeg Maulud untuk mengikuti sejumlah rangkaian tradisi, salah satunya sebar udikan yang ditandai dengan aksi menebarkan uang koin kepada masyarakat.

Tradisi yang berlangsung setiap tahun itu bukan sekadar menjadi momentum warga mendapatkan uang. Di balik kemeriahannya, sebar udikan mengandung nilai sosial dan keagamaan berupa ajaran untuk berbagi rezeki serta bersedekah dengan penuh keikhlasan.

Sesepuh Desa Kedondong, Sudarmoko, mengatakan sebar udikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian Grebeg Maulud di wilayah tersebut.

Menurutnya, tradisi tersebut awalnya hanya dilakukan oleh keluarga keturunan Eyang Ali Muntohar, sosok yang secara turun-temurun disebut memiliki kedekatan dengan Keraton Solo.

Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berkembang dan mulai diikuti masyarakat secara luas. Warga yang memiliki kemampuan ekonomi kemudian turut berpartisipasi dengan menebarkan uang koin sebagai bentuk sedekah.

"Tadinya tradisi ini hanya dari keluarga keturunan Eyang Ali Muntohar, tapi sekarang sudah merambah ke masyarakat. Warga yang merasa mampu kini ikut menebar koin. Istilahnya sedekah," ujar Sudarmoko. 

Ia menjelaskan, tradisi tersebut menjadi salah satu cara para leluhur mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama dengan suasana yang menggembirakan.

"Dulu Eyang melatih kita untuk bersedekah. Konsepnya sederhana: yang memberi ikhlas, yang menerima pun ikhlas. Kita yang menebar uang merasa senang, dan warga yang menerima juga bahagia," jelasnya.

Antusiasme masyarakat untuk mempertahankan tradisi tersebut pun terus meningkat. Dalam pelaksanaan Grebeg Maulud tahun ini, total uang koin yang ditebarkan kepada warga bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Tidak hanya sebar udikan, rangkaian Grebeg Maulud di Dusun Sukorejo juga dimeriahkan berbagai kegiatan tradisional dan keagamaan. Di antaranya kesenian Gembrungan dari Tegalsari, arak-arakan gunungan, hingga pengajian sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Advertorial

Bagi masyarakat sekitar, sebar udikan menjadi salah satu tradisi yang selalu dinantikan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya Nafiatul Muawanah. Warga tersebut mengaku sudah empat tahun berturut-turut mengikuti tradisi sebar udikan setelah pertama kali diajak oleh keluarganya.

Nafiatul mengatakan keikutsertaannya bukan semata-mata untuk mendapatkan uang koin. Ia memaknai tradisi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mencari keberkahan melalui peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Saya datang ke sini mengharapkan semoga rezeki yang didapat dari acara Maulid ini bisa membawa keberkahan untuk tahun-tahun ke depan," ungkap Nafiatul.

Menariknya, Nafiatul tidak memilih berdiri di barisan terdepan untuk mendapatkan koin yang ditebarkan. Ia justru memilih duduk dan menunggu uang koin yang dilemparkan warga sampai jatuh di sekitarnya.

"Kalau saya tadi cuma duduk saja, tapi Alhamdulillah dapat banyak," katanya sambil tersenyum.

Uang koin yang berhasil dikumpulkannya tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli jajanan bagi anaknya. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru