KEDIRI (Realita) - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang gizi sebagai upaya untuk pencegahan stunting pada generasi mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Pokja 4 PKK Kota Kediri berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan menggelar Seminar Gizi Remaja Putri, di salah satu hotel di Kota Kediri, Kamis, 31 Juli 2025.
Membuka kegiatan sekaligus memberikan pengarahan, Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin mengatakan, acara ini sejalan dengan semangat visi Kota Kediri yakni Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni).
Baca juga: Kota Kediri Promosikan Tenun Ikat dan Pariwisata di Ajang JOGJA TIIT-SMEE EXPO 2025
“Kolaborasi keren ini memiliki urgensi dan harus kita lakukan karena tidak hanya berbicara tentang makanan sehat saja, tapi juga bagaimana kita mewujudkan remaja Kota Kediri menjadi generasi yang sehat sehingga bisa menjadi awal dari langkah besar terwujudnya Kota Kediri yang semakin Mapan,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Kota Kediri yang akrab disapa Ning Faiqoh ini juga mengajak semua pihak terkait untuk menggalakkan lagi keberadaan posyandu remaja.
Serta, menjadikan kegiatan tersebut sebagai pemantik semangat untuk melakukan hal serupa dengan level yang lebih luas.
“Posyandu remaja bukan hanya tempat timbang badan, namun jadikan pula sebagai pusat edukasi remaja tentang pentingnya gizi dan hidup sehat,” ujarnya.
Ning Faiqoh menjelaskan, saat ini banyak dijumpai tips kesehatan di media sosial yang belum jelas kebenarannya.
Hal ini tentu berbahaya apalagi bagi remaja putri yang aktif dan terbiasa menggunakan gawai untuk mengakses berbagai konten.
Baca juga: Kota Kediri Tampil di Jogja City Expo 2025, Kenalkan Tenun Ikat dan Potensi Wisata
“Saya harap kegiatan seperti ini lebih diperbanyak dan disesuaikan dengan kebutuhan remaja di masing masing kelurahan,” tuturnya.
Untuk semua remaja putri Kota Kediri, Ning Faiqoh berpesan agar menjaga tubuh dengan asupan makanan bergizi, menghindari diet sembarangan, menjaga kebersihan diri serta lingkungan dan terus menambah wawasan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan gizi bagi remaja putri agar mereka dapat terhindar dari masalah kesehatan. Jadilah generasi yang produktif baik dalam belajar berkarya maupun berperan aktif di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr M. Fajri Mubasysyir mengatakan, landasan pelaksanaan kegiatan ini ialah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan dan Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Baca juga: Mbak Wali Genjot Kinerja BUMD, Tegaskan Inovasi dan Layanan Prima untuk Tingkatkan PAD
“Tujuan kegiatan ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang gizi dan untuk mencegah stunting yang saat ini menjadi prioritas dari pemerintah pusat agar generasi mendatang pada tahun 2045 menjadi generasi emas,” jelasnya.
dr Fajri mengatakan, remaja putri merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran straregis dalam membangun masa depan. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran dan mengubah perilaku remaja putri.
“Semoga seminar ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang pentingnya gizi seimbang yang berdampak pada kesehatan, serta bagaimana mengimplementasikan praktik gizi yang baik untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup para remaja,” tuturnya.
Sebagai informasi, sebanyak 125 remaja putri yang merupakan perwakilan dari sekolah se-Kota Kediri tampak antusias mengikuti dan mendengarkan penjelasan paparan materi dari dokter Ahli Gizi, dr Maretha Primariayu. (Kyo)
Editor : Redaksi