JAKARTA (Realita)- Menanggapi ramainya berita tentang pengibaran bendera One Piece, Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mencurigai hal tersebut sengaja dimainkan untuk merusak HUT RI ke-85.
“Ini bagian konspirasi terselubung yang dimainkan para buzzer bayaran seperti kasus merusak nama Jaksa Agung dengan menggunakan medsos dan media sebagai sarana tempat untuk menyerang,” kata Jerry, Senin (4/8/2025).
Baca juga: Kibarkan Bendera One Piece di DPRD Jatim, Mahasiswa Surabaya Bergerak
Lebih jauh, ia mencurigai adanya keterlibatan Gibran Rakabuming Raka di balik isu One Piece ini. Hal ini didasari oleh pantauan dalam berbagai kemunculan Gibran pada beberapa acara.
“Dalam debat pilpres waktu lalu ada 2 kali dia memakai logo bajak laut ini. Dan logo ini terkenal di kalangan para penggemar manga Jepang dan film animasi,” ucapnya.
Bahkan, lanjutnya, saat acara silahturahmi Desa Bersatu 13 November 2023 di Stadion GBK, nampak jelas Gibran mengenakan logo One Piece ini.
Ia menyatakan, bukan kali ini saja Gibran Rakabuming Raka diduga terlibat pada isu viral. Sebelumnya, anak Jokowi ini diduga keras terkait dengan akun Fufufafa. Juga, dugaan kepemilikan akun judol walaupun telah dihapus.
“Kini muncul masalah bendera One Piece, yang tentunya akan merusak citra Prabowo sebagai presiden. Saya dorong DPR untuk mengusut siapa dalang dan pelaku serta cukong dibalik isu ini. Kalau perlu bikin hak angket di DPR guna mencari tahu siapa aktornya,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tentang pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari serial manga dan anime Jepang, One Piece di Indonesia menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo menyebut pengibaran bendera anime One Piece sebagai tindakan yang menjatuhkan pemerintah.
Firman melarang aksi itu karena dinilai merupakan bagian dari provokasi yang bertujuan menjatuhkan pemerintah.
“Jelas ini adalah melakukan bagian provokasi kemudian yang akan merugikan bangsa dan negara. Ini enggak boleh. Oleh karena itu, bagian daripada makar mungkin malah itu. Nah ini enggak boleh. Ini harus ditindak tegas,” kata Firman.
Baca juga: Sebuah Komunitas di Lamongan Bakar Bendera One Piece, Sempat Berkibar di Wilayah Pucuk
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto tidak mempersoalkan aksi pengibaran bendera One Piece oleh warga jelang perayaan kemerdekaan RI ke-80.
“Menurut saya dalam negara demokrasi ekspresi itu wajar, sejauh itu tidak bertentangan dengan konstitusi,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Bima Arya menilai aksi ini sama halnya dengan aksi pengibaran bendera organisasi. Masyarakat, lanjut dia, kerap mengibarkan bendera organisasi seperti, bendera Pramuka, bendera Palang Merah Indonesia (PMI), atau bendera cabang olahraga tertentu.
“Tidak ada yang melarang mengibarkan bendera, kecuali bendera-bendera organisasi yang dilarang. Ideologi yang dilarang itu enggak boleh,” pungkasnya.
Dalam dunia One Piece, bendera bajak laut atau Jolly Roger bukan sekadar kain bergambar tengkorak dan tulang. Ia adalah simbol kehormatan, tekad, dan identitas. Di antara ratusan bendera bajak laut yang berkibar, satu yang paling ikonik adalah milik Bajak Laut Topi Jerami (Straw Hat Pirates) yang saat ini banyak dikibarkan di Tanah Air jelang hari kemerdekaan Indonesia ke-80.
Bendera ini menampilkan tengkorak dengan senyum lebar, mengenakan topi jerami, serta dua tulang bersilang di belakangnya. Meski sederhana, maknanya sangat dalam dan merefleksikan filosofi hidup sang kapten, Monkey D. Luffy, serta semangat seluruh krunya.
Baca juga: Viral! Oknum TNI Tampar Pedagang Sayur di Makassar karena Bendera One Piece
Bagi Luffy dan kru, menjadi bajak laut bukan berarti menjarah atau menebar teror. Mereka menjadi bajak laut karena ingin hidup dengan bebas, mengejar impian masing-masing tanpa dibatasi aturan dunia.
Bendera mereka adalah deklarasi kebebasan. Ia berkibar untuk menyatakan bahwa mereka tidak tunduk pada siapapun-termasuk Pemerintah Dunia.
Berbeda dari bendera bajak laut yang biasanya menyeramkan, Jolly Roger milik Topi Jerami tersenyum lebar. Ini seperti mencerminkan karakter Luffy dan krunya yang ceria, penuh semangat, dan tidak kehilangan tawa meski dunia sedang kacau. Senyuman itu juga melambangkan bahwa di balik bahaya dan penderitaan, masih ada alasan untuk tertawa dan bermimpi.
Sepanjang petualangan sebagai bajak laut, Luffy dan krunya selalu berdiri melawan tirani, mulai dari penguasa daerah yang zalim, bajak laut kejam, atau kekuasaan global yang korup.
Bendera ini adalah simbol perlawanan, bahwa keberanian dan persahabatan bisa melawan ketidakadilan, bahkan tanpa kekuatan politik atau gelar bangsawan.jr
Editor : Redaksi