Pemkot Batu Dukung Penuh Pembangunan PSEL di Malang Raya

realita.co
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancara awak media. Foto: Suprianto

BATU (Realita)- Pemerintah Kota Batu menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Malang Raya, sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan bernama 'Waste to Energy'.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Pengembangan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi energi Listrik (PSEL) di Wilayah Malang Raya yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Baca juga: Dinkes Kota Batu Penyakit TBC Jadi Perhatian Serius di HKN ke-61

Rakor tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang H M Sanusi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, pada Senin (18/8) di Hotel Grand Mercure, Kota Malang.

Menteri Hanif menegaskan pentingnya percepatan pembangunan PSEL sesuai Perpres No. 35 Tahun 2016, dengan target penyelesaian perizinan pada Desember 2025. Malang Raya menjadi salah satu lokasi prioritas berbasis indikasi waste to energy, dengan dukungan pendanaan berasal dari APBN-APBD.

"Prinsip pengolahan sampah wajib mengacu pada konsep segitiga terbalik yakni pencegahan di hulu, pemilahan organik-anorganik, dan nilai ekonomi berbasis lingkungan seperti waste to energy. Skema ini diharapkan menekan volume sampah tak terkelola di Malang Raya yang mencapai 1.389 ton/hari dari total timbulan 1.829 ton/hari," tegas Menteri Hanif.

Wali Kota Batu Nurochman dalam paparannya menyampaikan komitmen kuat mendukung PSEL, meski masih terkendala ketersediaan lahan. "Kota Batu menghasilkan 122,138 ton sampah/hari, dengan 106 ton terkelola dan 16 ton belum terkelola. Kami siap berkolaborasi, termasuk jika lokasi PSEL berada di Kota Malang," ungkap Wali Kota Nurochman.

Baca juga: Wali Kota Batu dan Kajari Batu Teken Kerja Sama Pidana Kerja Sosial

Pemerintah Kota Batu juga telah menerapkan pemilahan sampah dan pengolahan 37 ton/hari secara mandiri. Dukungan ini diapresiasi Menteri LHK yang telah meninjau langsung kondisi pengelolaan sampah di Batu.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Menteri LH RI, menyampaikan bahwa dalam kolaborasi strategis Waste to energy, pemerintah akan menggandeng Universitas Brawijaya dalam studi dan rekomendasi terkait lokasi dan penyediaan lahan di Kota Malang yang akan menjadi tempat dibangunnya PSEL aglomerasi Malang Raya. Menteri Hanif berharap Malang Raya menjadi daerah aglomerasi pertama yang berhasil menjalankan program pengolahan sampah tersebut.

Baca juga: Wali Kota Batu Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 1.233 Pegawai

Turut hadir dalam rakor, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kemen LH RI, Hanifah Dwi Nirwana; Jajaran Direktur Jenderal Kemen LH RI; Akademisi Universitas Brawijaya; serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Malang Raya. (Ton)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru