Bisnis Galian Ilegal, Kades Pasarlegi Lamongan, Mengaku Untung Puluhan Juta Sehari

realita.co
Kades Pasarlegi, Slamet (kiri) dan galian C miliknya (kanan). Foto: David

LAMONGAN (Realita) - Kepala Desa Pasarlegi, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Slamet, mengaku mendapat omzet puluhan juta rupiah dalam waktu sehari, dari hasil galian C yang ada di sekitar rumahnya.

Meski demikian, dirinya mengeluh omzetnya saat ini menurun lantaran sepinya pembeli.

Baca juga: Dilema Galian C Blitar, Lumpur Masuk Sawah Warga

"Kalau ngambil satu rit nya 200 ribu rupiah. Diangkut pakai kendaraan saya sendiri," kata Slamet saat dikonfirmasi Realita.co melalui sambungan cellularnya,  Senin (25/8).

"Kalau saat ini tutup, karena sepi gak ada proyek, mungkin setelah agustusan nanti. Biasanya kalau ramai, sehari bisa sampai 50 rit. Karena yang namanya kerja, kalau gak sampai segitu, ya rugi," lanjutnya.

Disinggung soal legalitas usahanya, Slamet mengatakan hanya sebatas melayani masyarakat.

Baca juga: Fraksi PAN DPRD Lamongan Soroti Rendahnya Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Galian C

"Saya cuma melayani masyarakat, kalau ada yang butuh ya dilayani. Jadi kenapa kok tanya-tanya perijinan!!. Kalau memang gak boleh, ya udah saya tutup. Malah biasanya kalau bolo-bolo (rekan-rekan) kesini ya tak kasih rokok, tak kasih kopi," ujarnya.

Dari gambar foto yang diperoleh realita.co, terlihat tumpukan material hasil tambang di sekitar lokasi dan satu unit alat berat yang tidak beroperasi.

Baca juga: Bantah Lakukan Intimidasi, LPK RI Desak APH Periksa Izin Galian di Desa Kepuhklagen Gresik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, galian tersebut sudah beroperasi cukup lama. Meski demikian, Slamet mengaku masih baru. "Baru mulai kemarin, sekarang sudah tutup," tandasnya.

Reporter : David Budiansyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru