SURABAYA (Realita)- Rencana aksi besar bertajuk Rakyat Jawa Timur Menggugat pada Rabu (3/9/2025) di Surabaya batal digelar.
Koordinator aksi, M. Sholeh atau Cak Sholeh, menegaskan penundaan dilakukan karena situasi Surabaya dinilai belum kondusif pasca-kerusuhan akhir Agustus lalu. “Kalau dipaksakan, justru bisa menakut-nakuti warga. Jadi lebih baik ditunda dulu,” ujarnya.
Baca juga: Billy Handiwiyanto, Advokat Muda yang Menjadikan Empati Sebagai Pilar Keadilan
Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan yang disebut akan menjadi titik kumpul massa tetap lengang. Posko aksi di Taman Apsari juga sudah dibongkar. Polisi menegaskan tidak menerima pemberitahuan maupun izin terkait rencana aksi.
Baca juga: Tik Tok Digugat Rp 13 M oleh Advokat Asal Surabaya
Sejumlah pihak mendukung keputusan ini. Mantan Ketua PC PMII Surabaya, Aan Ainur Rofik, meminta aksi ditunda demi menjaga ketertiban, sementara Asosiasi Driver Online (ADO) Jatim menegaskan tidak ikut serta dalam gerakan tersebut.
Dengan penundaan ini, seruan pemakzulan Gubernur Jatim yang sempat ramai di media sosial tak berlanjut menjadi aksi nyata di jalanan.
Editor : Redaksi