JAKARTA (Realita)- Gibran Rakabuming Raka digugat terkait keaslian ijazah SMA dengan tuntutan ganti rugi fantastis sebesar Rp125 triliun.
Jokowi menyatakan siap menghadapi proses hukum, namun ia mengisyaratkan adanya "orang besar" atau "dalang besar" yang sengaja mengorkestrasi isu ini.
Jokowi menyebut ini adalah "pola lama" serangan politik yang dulu menimpa dirinya dan kini diulang untuk mendelegitimasi Gibran sebagai Wapres terpilih.
Baca juga: Roy Suryo cs Berhasil Dapatkan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
Polemik mengenai keaslian ijazah SMA Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke publik setelah muncul gugatan bernilai fantastis di pengadilan.
Joko Widodo (Jokowi) sebagai ayah Gibran buka suara menanggapi isu ini. Ia menegaskan bahwa keluarganya siap menghadapi seluruh proses hukum yang ada, sembari mengisyaratkan adanya pihak besar yang berada di balik kegaduhan tersebut.
Isu ini bukan kali pertama menimpa keluarga Jokowi. Sebelumnya, ketika dirinya mencalonkan diri sebagai presiden, Jokowi juga pernah digugat soal ijazahnya. Kini, serangan serupa kembali diarahkan kepada anak sulungnya yang baru saja memenangkan kontestasi politik nasional.
Kasus ini bermula dari gugatan ke Pengadilan Negeri yang menyoal keaslian ijazah SMA Gibran. Pihak penggugat menuntut ganti rugi hingga Rp125 triliun, jumlah yang mengejutkan publik karena terbilang tidak masuk akal.
Meski begitu, Jokowi tidak menolak gugatan tersebut. Baginya, sebagai warga negara yang hidup dalam negara hukum, setiap warga berhak menggugat, dan pihak yang digugat berkewajiban melayani serta menghadapi prosesnya.
Baca juga: Gibran Digugat Rp125 T karena Ijazahnya Diduga Palsu, Jokowi: Saya yang Carikan Sekolahnya
“Semua gugatan akan kami layani. Semua proses hukum akan kami ikuti. Itu sudah menjadi kewajiban kami,” ujar Jokowi dalam keterangannya.
Jokowi kemudian memberikan penjelasan mengenai pendidikan anaknya. Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya yang mencarikan sekolah SMA untuk Gibran, sehingga tuduhan bahwa ijazah putranya palsu sangat tidak beralasan.
“Saya sendiri yang mencarikan sekolahnya. Jadi, bagaimana bisa dibilang ijazahnya bermasalah? Semua dokumen ada, semua jelas,” kata Jokowi.
Pernyataan ini juga menjadi bantahan langsung atas isu liar yang beredar, seolah ada manipulasi dalam perjalanan pendidikan Gibran. Jokowi menilai narasi semacam ini sengaja dimainkan untuk membentuk persepsi negatif di masyarakat.
Baca juga: Mahfud MD Minta UGM Tak Mati-matian Bela Jokowi
Dalam beberapa kesempatan, Jokowi menyampaikan bahwa kasus ini tidak mungkin bisa mencuat sebesar sekarang tanpa ada pihak yang mendukung di belakang layar. Menurutnya, pasti ada “orang besar” atau “dalang besar” yang sengaja membiarkan isu ini terus berkembang.
“Kalau tidak ada yang backup, tidak ada yang mendukung, tidak mungkin kasus ini bisa sebesar ini. Pasti ada orang besar di baliknya,” kata Jokowi menegaskan.
Meski tidak menyebutkan nama secara langsung, pernyataan tersebut menjadi sorotan publik. Banyak pihak menduga ada kepentingan politik tertentu yang ingin melemahkan legitimasi Gibran sebagai Wapres terpilih.ayo
Editor : Redaksi